Peristiwa

Komunitas Jurnalis Berbagi Sembako, Sasaran Ojol dan Tukang Sampah

Warga yang menerima paket dari komunitas jurnalis, Jumat (3/2/2020). (manik priyo prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Wabah virus Corona belum berhenti, sejumlah warga pun turut berbagi melalui komunitas untuk mengumpulkan bantuan. Seperti yang diberikan oleh komunitas jurnalis berbagi suka duka dalam corona.

Mereka mengumpulkan uang untuk membelikan sembako agar bisa diberikan ke masyarakat yang membutuhkan. Lely Yuana jurnalis Indonesia Times menjelaskan, dirinya bersama rekan-rekan jurnalis dan juga komunitas lainnya mengumpulkan uang untuk membelikan sembako. Sembako tersebut diberikan ke para ojek online tukang sampah dan orang yang membutuhkan.

“Terima kasih buat teman-teman yang sudah mengumpulkan uang mereka dan menyisihkan untuk orang yang membutuhkan. Seperti yang kita ketahui virus corona ini sangat berpengaruh terhadap masyarakat kecil. Termasuk tukang ojek, baik ojek online maupun ojek pangkal. Bahkan beberapa orang seperti tukang sampah juga terabaikan, padahal mereka adalah kunci utama menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Lely kepada beritajatim.com, Jumat (3/4/2020).

Meski baru terkumpul 20 paket sembako, komunitas jurnalis dan hamba Allah ini pun terus mengumpulkan dana untuk berbagi. Paket yang sudah terkumpul ini akan didistribusikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Tak hanya dibagikan di wilayah Sidoarjo, wilayah Kota Surabaya juga dibagikan secara acak. Sembako yang dibagikan di antaranya berisi beras, susu, dan multivitamin.

“Sementara ini kita bagikan ke orang-orang yang benar-benar membutuhkan. Prinsipnya mereka yang menerima bantuan kita ini adalah orang yang bekerja dan berjuang untuk melayani masyarakat saat wabah corona ini menyebar. Terlebih mereka yang masih minim pendapatan,” papar jurnalis yang juga penulis cerpen ini.

Sementara itu ibu Marfiah, seorang tukang sampah di kawasan Mulyorejo Surabaya, mengaku senang sudah mendapatkan bantuan sembako ini. Baginya bantuan ini sangat penting untuk menyambung kehidupan keluarga.

Bagaimana tidak dirinya yang mengidap penyakit katarak dan suaminya yang juga mengidap penyakit katarak ini masih berjuang untuk melayani masyarakat. Mereka membuang sampah di komplek perumahan meski pendapatan mereka tidak banyak.

“Terima kasih buat temen-temen dan siapapun yang memberi, terima kasih karena ini sangat membantu saya. Allah yang akan membalas semua ini,” ucapnya sembari diakhiri kata amin. [man/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar