Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Komunitas di Magetan Ini Rajin Santuni Warga Tak Mampu

Paguyuban Wong Magetan saat salurkan bantuan ke beberapa anak yang menderita penyakit di Magetan pada Rabu (5/8/2021) (foto: Chandra Darusman for beritajatim.com)

Magetan (beritajatim.com) – Keberadaan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) tentunya ada di berbagai tempat. Tak memungkiri, meski sudah banyak sekali bantuan dari pemerintah, mereka yang kurang mampu hanya bisa hidup pas pasan. Bahkan, merek ayang belum terdaftar atau tidak terdaftar sebagai keluarga penerima manfaat juga masih merasa kesulitan.

”Bagaimanapun, kita yang merasa lebih mampu, wajib membantu merek ayang membutuhkan,” ungkap Chandra Darusman, Ketua Umum Paguyuban Wong Magetan (PWM).

Setidaknya sudah empat tahun tahun komunitas yang bergerak di bidang sosial itu berdiri. Namun, sudah banyak sekali cabang yang berada di luar negeri dan jugua luar daerah. Seperti Hongkong, Taiwan, Jakarta, dan di Kalimantan. Total anggota aktifnya sekitar 200 orang. Pun, kalau yangs udah tergabung dalam grup di media sosial mencapai 18 ribu lebih.

”Kami tidak membatasi siapapun yang ingin bergabung untuk berbagi,” katanya.

Pria asli Bojonegoro itu awalnya memang tidak ada niatan sama sekali untuk membuat pguyuban. Namun, berawal dari obrolan dengan beberapa rekannya di angkringan milik istrinya, dia pun memiliki niatan untuk membantu orang – orang yang membutuhkan. Info – info pun dihimpun dari kenalan sendiri. Setidaknya ada lima ornag yang pertama kali memprakarsai dibentuknya komunitas tersebut.

”Awalnya kami cuma bantu-bantu lansia sebatang kara, dan ornag – ornag yang kurnag mampu di sekitar sini saja,” ungkapnya.

Dukungan pun mengalir. Bukan hanya hasil iuran kantong mereka sendiri, tapi ada beberpaa donator yang ikut menyumbangkan uang maupun benda. Lama kelamaan, anggota semakin banyak dan bahkan menrambah ke luar negeri. Ada kenalannya yang kebetulan bekerja di sana, sehingga bsia menghimpun warga yang ingin berdonasi.

”Kami salurkan ke PMI Magetan langsung,” ungkpa pria yang tinggalk di Desa Gulun, Maospati, Magetan itu.

Pun, pada saat awal – awal terbentuk mereka langsung terlibat dalam misi sosial di Tulung Ponorogo. Bencana longsor kala itu benar – benar membuat semangat mereka untuk membantu semakin tinggi. Bahkan, apresiasi dari berbagai pihak juga cukup bagus. Bahkan, saat ada bencana kekeringan dan banjir di Magetan mereka juga turut serta memberi bantuan.

”Kami jug aberikan bantuan air pada warga terdampak di Karas dan Parang,” katanya. [fiq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar