Peristiwa

Berbagi Masker, Komitmen Bonek Surabaya Jadi Zona Hijau Bebas Covid

Surabaya (beritajatim.com) – Gencarnya pembagian masker yang dilakukan oleh suporter Persebaya untuk menekan penyebaran kasus virus Corona di kota Surabaya menjadi komitmen para bonek.

Melihat dari data terakhir, kasus Virus Corona di Kota pahlawan mencapai 7.658, sedangkan pasien sembuh 4.284 dan meninggal 689.

Dirigen Bonek Tribun Kidul, Agus Tessi mengatakan, suporter Persebaya akan berkomitmen untuk terus membagikan masker. Dengan tujuan supaya semua sehat, dan tak terkena virus Corona yang mematikan.

“Ya, tujuan kami sama seperti yang dikatakan oleh pak Kapolrestabes Surabaya (Kombes Johnny Edison Isir) yang optimis bahwa Surabaya akan kembali hijau,” kata Tessi, Senin  (27/7/2020)

Tessi menjelaskan, kemarin (Minggu 19 Juli 2020) Bonek membagikan masker di Tugu Pahlawan dan Masjid Al Akbar, Surabaya. Serta sebelumnya juga sudah dilakukan di pasar-pasar tradisional.

Saat membagikan masker, Tessi melihat masih banyak masyarakat yang abai tak menggunakan masker. Padahal mereka tahu, bahayanya virus Covid-19 ini.

“Kemarin waktu membagikan ya alhamdulillah banyak yang pakai, tapi ada juga yang tidak. Lah yang enggak itu kita kasih tau juga, bahanyanya. Dan saya juga memita tolong dipakai maskernya biar gak terjadi apa apa,” imbuh dia.

Meski begitu, Tessi menyebut Bonek akan berkomitmen terus berupaya mengingatkan masyarakat Surabaya untuk mematuhi protokol kesehatan. Bahkan, dalam waktu dekat, suporter fanatik tim Persebaya ini akan kembali menyambangi pasar-pasar untuk membagikan masker.

“Ya, kami akan kembali membagikan masker ke pasar-pasar dan tempat keramaian yang kelihatan jelas banyak yang tidak memakai masker. Itu yang akan kami datangi,” ujar dia.

Di kesempatan yang sama, Tessi berpesan supaya masyarakat lebih disiplin lagi tentang pentingnya menggunakan masker. Karena untuk kepentingan bersama, sekaligus semua bisa kembali lancar dan tidak ada lockdown atau pembatasan sosial berskala besar (PSBB) lagi.

“Ayolah jaga kesehatan, wani pakai masker, wani cuci tangan, wani jaga jarak. Sementara ini biar di Surabaya bener benar normal, bener bener lancar. Kalau kita masih melanggar protokol yang dibuat oleh pemerintah, nanti kalau ada pelanggaran terus terusan, dan diterapkan PSBB dan lockdown lagi, kan kasian juga buat masyarakat semua,” pesan Tessi. [way/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar