Peristiwa

Komisi A DPRD Jember: Beri Sanksi Tegas Kasus Video Mesum ASN!

Ketua Komisi A DPRD Jember, Tabroni

Jember (beritajatim.com) – Komisi A DPRD Jember, Jawa Timur, mendesak inspektorat kabupaten agar bertindak tegas dan jelas dalam menangani kasus video mesum yang diperankan oknum dokter lelaki dan oknum bidan perempuan.

“Inspektorat harus memanggil, karena mereka ASN, dan diperiksa hubungan maupun status masing-masing. Selain itu harus diberikan sanksi disiplin tegas,” kata Ketua Komisi A Tabroni, kepada beritajatim.com, Kamis (12/11/2020).

Ada tiga video porno yang beredar, masing-masing berdurasi 21 detik, 35 detik, dan 48 detik. Video berdurasi 21 detik dan 48 detik menayangkan adegan suami-istri antara dokter dan bidan. Namun hanya wajah sang bidan yang terlihat. Sementara untuk video berdurasi 35 detik, hanya adegan sang bidan yang mengenakan kembali celananya. Video itu tersebar di dunia maya sejak beberapa hari belakangan.

Tabroni mengaku belum mengetahui dan menyaksikan video itu. “Tapi itu kan sesuatu yang memang jelas-jelas tampak mata. Inspektorat harus bersikap proaktif, karena sudah jadi konsumsi publik di Jember,” katanya.

Tabroni memandang perlu sanksi serius terhadap ASN yang melakukan perbuatan asusila. “Apalagi sampai bisa ke publik. Kami akan mencoba melihat rinci dan detail tentang apa yang dilangggar mereka. Kami ingin nanti pada saat memanggil Inspektorat soal ASN yang tak netral, kami akan pertanyakan juga soal tersebut,” kata politisi PDI Perjuangan ini.

Sementara itu, dihubungi terpisah, Inspektur Kabupaten Jember Joko Santoso mengatakan, dua orang tersebut bisa dijatuhi sanksi berat jika terbukti. “Banyak yang dilanggar. Nanti kami akan lihat dulu,” katanya. [wir/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar