Peristiwa

Komandan Marinir Sambangi Veteran Pengangkat Jenazah Pahlawan Revolusi di Banyuwangi

Komandan Korp Marinir Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono mendatangi kediaman veteran Pelda KKO (Purn) Everthad Julius Vence Kandou di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Selasa (11/8/2020).

Banyuwangi (beritajatim.com) – Komandan Korp Marinir Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono mendatangi kediaman veteran Pelda KKO (Purn) Everthad Julius Vence Kandou di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Selasa (11/8/2020).

Dia salah satu veteran yang bertugas mengangkat jenazah pahlawan revolusi di Lubang Buaya, Jakarta 1965.

Kedatangan Dankormar ini sebagai penyemangat bagi salah satu pelaku sejarah yang saat ini sedang mengalami sakit. Memang, Pelda KKO Purn Vence atau Pak Ven biasa disebut sudah dalam kondisi tak muda lagi.

“Ini kita sedang beranjangsana ke senior-senior korps marinir, kebetulan Pak Kandou ini sedang sakit. Beliau ini adalah salah satu pelaku sejarah yang mengangkat jenazah pahlawan revolusi di Lubang Buaya,” kata Dankormar Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono, Selasa (11/8/2020).

Suhartono menceritakan, sebenarnya ada 9 personel yang kala itu menjadi petugas saat kejadian tahun 1965 itu. Mereka dipimpin oleh Kapten Winanto dari Taifib Marinir.

“Saat ini tinggal dua pelaku sejarah yang masih hidup, satu Pak Kandou dan Pak Sugimin di Surabaya,” katanya.

Mantan Komandan Paspampres ini juga mengatakan, terkahir kali bertemu dengan Pelda Kandau saat upacara kesaktian Pancasila tahun lalu di Lubang Buaya. Saat itu, satu di antara dua pelaku sejarah ini hadir dan bertemu dengan Presiden Joko Widodo.

“Memang setiap kegiatan kesaktian Pancasila beliau diundang hadir untuk datang bersama Pak Sugimin,” ungkapnya.

Akhir-akhir ini, kesehatan Pelda KKO Purn Vence Kandou memang menurun. Apalagi, setelah sempat terjatuh beberapa kali.

Komandan Korp Marinir Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono mendatangi kediaman veteran Pelda KKO (Purn) Everthad Julius Vence Kandou di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Selasa (11/8/2020).

“Bersyukur kondisi papa saat ini sudah lebih baik, bagian punggung sudah tidak merasakan nyeri. Hanya saja mengeluh di bagian kaki kanannya,” kata Laksmariyon Mol Kandou salah satu putranya.

Pihak keluarga merasa bersyukur atas perhatian dari sejumlah pihak. Terutama dari korps marinir yang menjadi satuan dari bapaknya dulu.

“Ini sebagai bentuk semangat untuk papa, apa yang kita lakukan dan diberikan kepada semua pihak ini semata untuk papa kami. Kami berterima kasih,” pungkasnya. (rin/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar