Peristiwa

Kolaborasi di Tengah Pandemi

Pengurus FPRB Jombang dan ACT Jombang akan berangkat mendistribusikan bantuan pangan, Sabtu (28/8/2021)

Jombang (beritajatim.com) – Empat mobil berlari kencang membelah jalanan beraspal di Kecamatan Megaluh, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (28/8/2021). Matahari yang menggantung di langit sedang panas-panasnya. Di sisi kanan dan kiri jalan terhampar tanaman padi yang sudah menguning.

Rombongan empat mobil kemudian memperlambat lajunya, berbelok ke gerbang bertuliskan SMP Negeri 1 Megaluh. Para penumpang mobil turun. Mereka juga menurunkan belasan kantung plastik berisi beras dan dua kardus air mineral ukuran 600 ml. Sedikitnya lima orang yang ada di sekolah tersebut langsung menyambut. Semua barang itu kemudian diserahkan kepada petugas yang sedang piket itu.

Empat mobil yang datang ke SMP Negeri Megaluh itu adalah pengurus FPRB (Forum Pengurangan Risiko Bencana) Jombang dan staf ACT (Aksi Cepat Tanggap) Jombang. Satu dari empat mobil tersebut berisi puluhan kardus air mineral dan ratusan kilgoram beras.

“Ada sembilan orang yang menghuni rumah sehat ini. Alhamdulillah, kondisinya membaik. Besok pagi ada lagi pasein yang pulang. Setiap hari kita update perkembangannya,” ujar Supardi (67), salah satu petugas piket yang berasal dari unsur BPD (Badan Permusyawaratan Desa), membuka pembicaraan.

Pengurus FPRB kemudian menyerahkan 16 kantong beras dan dua kardus air mineral. Masing-masing kantung berisi beras 3 kilogram. “Saya menitipkan bantuan ini. Setiap satu satu orang warga yang sedang menjalani isolasi di rumah sehat mendapatkan dua kantung beras,” ujar Ketua FPRB Jombang dr Agung Sugiarto Masrum yang memimpin rombongan.

Agung berharap, bantuan tersebut bisa meringankan beban warga yang sedang menjalani karantina di tempat isolasi terpusat (isoter). Pengurus FPRB, staf ACT, dan petugas piket kemudian terlibat oboralan ringan. Humor-humor segar juga terlontar dalam obrolan tersebut. Tentu saja, suasana guyub dan rukun sangat terasa.

Obrolan mendadak berhenti. Itu setelah seorang anak muda berkaus hitam, bersarung dan berpeci, mendatangi lokasi. Di tangannya menggantung plastik warna bening berisi bungkusan. Kepada petugas piket, dia meminta izin mengirimkan makanan untuk kerabatanya yang sedang menjalani isolasi.

Petugas piket menunjukkan nama-nama pasien yang berada di rumah sehat Kecamatan Megaluh

Petugas langsung memberikan pelayanan. Namun mereka meminta agar pengirim makanan tersebut tidak masuk ke lokasi karantina. “Kiriman makanannya di taruh di situ saja, nanti biar diambil,” ujar Kepala Desa Ngogri Kecamatan Megaluh Aguslishartitik, yang juga sedang piket di rumah sehat.

Di tempat yang sama, Aguslishartitik kemudian menunjukkan nama-nama penghuni rumah sehat di Kecamatan Megaluh. Daftar nama itu terpampang di papan putih ukuran besar dekat pintu masuk ruang isolasi. Dari situ diketahui, jumlah kumulatif pasien positif Covid-19 di rumah sehat sebanyak 30 orang.

Rinciannya, dua orang dirujuk ke rumah sakit, satu orang pulang paksa, dan pasien sembuh 19 orang. Walhasil, hingga Sabtu (28/8/2021), pasien aktif hanya tersisa delapan orang. Kondisi mereka dipantau secara rutin oleh dokter puskesmas setempat. “Sda dua warga saya yang menghuni rumah sehat ini. Besok (Minggu 29/8/2021), satu orang pulang, karena sudah negatif,” ujarnya.

Seribu Botol Air Mineral dan 501 Kilogram Beras

Penyerahan bantuan beras dan air mineral di salah satu rumah sehat

Usai menyerahkan bantuan di Kecamatan Megaluh, rombongan FPRB dan ACT meninggalkan lokasi. Namun mereka harus meneruskan perjalanan untuk menyerahkan bantuan serupa. Kali ini lokasi yang dituju adalah SMP Negeri 2 Kabuh. Sekolah tersebut juga difungsikan sebagai rumah sehat, yakni tempat isolasi pasien positif Covid-19 yang bergejala ringan.

Customer Relation Officer (CRO) ACT Jombang Adina Safira yang juga ikut dalam rombongan mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih kepada FPRB Jombang. Karena telah memberikan ruang untuk bersinergi. Dengan begitu, bantuan pangan yang berasal dari para donatur ACT ini tepat sasaran.

“Bantuan pangan ini terdiri dari beras 501 kilogram dan seribu botol air mineral. Alhamdulillah, kami bisa bersinergi dengan FPRB Jombang. Ini adalah kolaborasi kemanusiaan yang tepat dan bermanfaat untuk warga Jombang, utamanya yang terdampak Covid-19,” ujar Safira.

Ketua FPRB Jombang dr Agung Sugiarto Masrum menambahkan, di tengah situasi pandemi saat ini, gotong royong dan kolaborasi menjadi kunci keberhasilan melewati masa sulit. Seluruh pihak dapat memperkuat kolaborasi yang telah terjalin. Seperti yang dilakukan FPRB dan ACT.

Selain rumah sehat Kecamatan Megaluh dan Kabuh, bantuan pangan tersebut juga disalurkan ke sejumlah rumah sehat lainnya. Di antaranya, Kecamatan Peterongan, Jombang (kota), Gudo, Diwek, serta Kecamatan Bandar Kedungmulyo. Karena banyaknya lokasi yang dituju, penyaluran bantuan yang dimulai pagi untuk berakhir hingga sore hari.

“Kami utamakan rumah sehat yang masih banyak penghuninya. Sehingga tepat sasaran. Selain itu, bantuan ini juga kami salurkan ke lokasi pelaksanaan vaksinasi Covid di PPDU (Pondok Pesantren Darul Ulum) dan Pondok Pesantren Darussalam, Dusun Ngesong, Desa Sengon, Jombang,” ujar dokter yang berdinas di RSUD Jombang ini.

Agung merinci, di Jombang terdapat 23 tempat penampungan untuk isolasi mandiri bagi pasien Covid-19 bergejala ringan. Tempat-tempat isoman terpusat bagi pasien Covid-19 itu disebut sebagai ‘Rumah Sehat’ dan didirikan di 23 gedung SMP yang tersebar di seluruh kecamatan.

“Kami juga berpesan kepada masyarakat. Meski sudah vaksin, penerapan protokol kesehatan (prokes) tidak boleh kendor. Tetap lakukan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” pungkasnya. [suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar