Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Knalpot Brong Berujung Maut di Jember

Jember (beritajatim.com) – Wagiran (40), warga warga Dusun Kraton, Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, segera menggenjot sepeda kumbangnya menuju arah lapangan dusun, Minggu (12/12./2021) dini hari. Itulah saat terakhir sebelum dia menjemput maut.

Pukul 02.30, saat Wagiran mendatangi sekelompok anak muda di tepi lapangan setelah membaca pesan di ponselnya. Ia acungkan martil ke arah anak-anak muda yang mengganggu ketenangan desa dengan suara knalpot brong dari sepeda motor mereka.

Acungan martil dan teguran Wagiran rupanya membuat RS, salah satu anak muda, naik pitam. “Mungkin ada kata-kata korban yang dirasa kurang pas, sehingga memancing emosi tersangka,” kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminalitas Polres Jember Ajun Komisaris Komang Yogi Arya Wiguna, Selasa (21/12/2021).

Perkelahian pun terjadi antara Wagiran dan RS. Baku pukul terjadi. RS berhasil merebut martil dan menghantamkannya ke kepala Waguran. Prak! Tengkorak Wagiran pecah. Darah muncrat. Wagiran tumbang dan meninggal dunia setelah pembuluh darah otaknya pecah.

RS melarikan diri. “Beberapa hari kemudian kami berhasil mengamankannya di Tempurejo. Kami jerat dengan KUHP pasal 338 sub 351 ayat 3 tentang pembunuhan dan penganiayaan yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman hukuman 7-15 tahun penjara,” kata Komang. [wir/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar