Peristiwa

KLM Karya Abadi Terbakar di Perairan Pulau Bawean, Lalu Tenggelam

Gresik (beritajatim.com)- Kapal layar motor (KLM) Karya Abadi yang berangkat dari Pelabuhan Kuala Pembuang, Kalimantan Tengah, tujuan Pelabuhan Sidayu Lawas, Lamongan, terbakar di perairan Pulau Bawean, Gresik.

Usai dilalap si ‘jago merah’ kapal yang bermuatan kelapa, udang EB, ikan kering serta kepiting tenggelam. Beruntung dalam kejadian tersebut tiga anak buah kapal (ABK) KLM Karya Abadi selamat setelah ditolong oleh nelayan Pulau Bawean.

Kapolsek Sangkapura Pulau Bawean AKP Rahmad mengatakan, KLM Karya Abadi berangkat dari Pelabuhan Kuala Pembuang Kalimantan Tengah yang dinahkodai dengan Alman dan tiga crew anak buah kapal (ABK).

“Sehari setelah perjalan saat malam KLM Karya Abadi yang berlayar dengan jarak 10 mil dari bibir Pantai Pulau Bawean mengalami konsleting listrik di ruang mesin. Mengetahui hal itu, juru mudi Sugianto mengecek bagian dek belakang dan sebelum sampai ke dek bawah mengeceknya. Kepala Kamar Mesin(KKM) Kustas menuju keluar dikejar kobaran api yang sudah membesar lalu terjadi kebakaran,” katanya, Sabtu (22/02/2020).

Api yang semakin membesar menyebabkan ruang bawah kapal dilalap api. Kobaran api tersebut tidak bisa dipadamkan. Sehingga, ABK KLM Karya Abadi berusaha memadamkan api dengan menggunakan alat pemadam kebakaran.

“Bersamaan dengan itu nahkoda dan tiga ABK kapal berkoordinasi kapal sudah tidak bisa diselamatkan karna api sudah semakin tambah membesar. Sebab, kapal tidak bisa diselamatkan lagi. Lalu mnggunakan pelampung dan sekoci perahu kecil yang ada di KLM Karya Abadi, empat orang tersebut terapung di perairan Pulau Bawean,” ujar Rahmad.

Masih menurut Rahmad, setelah cukup lama terapung-apung di laut. Dua nelayan asal Bawean yakni Nasuki dan Mulyadi menemukan keempat orang dengan memakai pelampung.

“Nelayan tersebut mendatangi dan memberikan pertolongan kepada keempat orang tersebut dan ditempatkan di kediaman Nasuki Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura dalam kondisi sehat lalu dilaporkan ke Polsek Sangkapura,” pungkas Rahmad. (dny/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar