Peristiwa

Klaster Perkantoran, 15 PNS di Kantor Pemkab Ponorogo Terpapar Covid-19

Ponorogo (beritajatim.com) – Lonjakan kasus Covid-19 di bumi reyog akhir-akhir ini, membuat Plt Bupati Soedjarno membuat kebijakan untuk meminimalisir penularan. Salah satunya dengan melarang pembelajaran tatap muka (PTM) di semua jenjang sekolah.

Keputusan itu sudah berlaku sejak tanggal 1 Desember 2020. Sehingga, siswa kembali melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) lagi.

“Untuk warga yang akan menggelar hajatan, kembali ke awal-awal Covid-19. Dibatasu betul, maksimal undangan hanya 100 orang sudah termasuk panitianya,” kata Soedjarno, Jumat (4/12/2020).

Soedjarno juga menghimbau kepada para kepala desa dan camat untuk betul-betul menekankan kepada masyarakat agar disiplin 3 M. Yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Himbauan itu juga Dia sampaikan pada kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

“Penularan covid-19 di Ponorogo sudah menyebar ke rumah tangga hingga kantor-kantor. Kami prihatin, teman-teman di lingkungan Pemkab sudah ada yang terkena,” katanya.

Tim satgas penanggulangan Covid-19 Ponorogo mencatat, ada 15 PNS di lingkungan Pemkab Ponorogo yang terpaparĀ  Covid-19. Jumlah tersebut, tersebar di Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) sebanyak 13 orang. Dimana salah satu diantaranya meninggal dunia. Kemudian di Dispendukcapil dan Inspektorat, masing-masing satu orang.

“Mereka sementara ini menjalani isolasi,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, jumlah kasus positif Covid-19 di Ponorogo semakin bertambah. Perkembangan terbaru, kini jumlahnya sudah tembus 700 orang. Dimana ada penambahan 26 kasus konfirmasi baru.

“Ada penambahan lagi, saat ini jumlah kumulatif ada 708 orang. Setelah perkembangan terakhir ada penambahan 26 kasus konfirmasi Covid-19 baru,” kata Plt. Bupati Soedjarno.

Soedjarno menyebut 26 kasus konfirmasi baru tersebut, selain hasil tracing dari kasus positif sebelumnya, juga ada temuan baru. Salah satunya berawal dari hasil rapid test reaktif untuk keperluan Bawaslu maupun KPU. Yakni sebagai pengawas tempat pemungutan suara (PTPS) maupun untuk menjadi petugas KPPS.

“Jadi 3 orang ingin jadi PTPS dan 2 orang lagi merupakan petugas KPPS,” katanya.

Saat ini tercatat ada 99 pasien yang menjalani isolasi. Selain penambahan kasus positif, tim satgas penanggulangan Covid-19 juga mengumumkan ada 2 orang yang sembuh. Soedjarno menghimbau kepada masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, untuk mencegah penularan. (end/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar