Peristiwa

Kisah Tukang Ojek dan Saksi Mata Kerusuhan Wamena

Mutasim saat ditemui di rumahnya dengan didampinggi Nurul Huda perangkat desa setempat

Sampang (beritajatim.com) – Mutasim (21) warga Desa Pangung, Kecamatan/Kabupaten Sampang, ternyata merupakan salah satu saksi mata kejadian saat kerusuhan di Wamena, Senin (23/9/2019).

Menurut pria yang berprofesi sebagai tukang ojek itu, kejadian diawali oleh tawuran pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) sekitar pukul 08.00 WIT, Senin (23/9/2019) waktu setempat. Namun tak lama kemudian, segerombola massa dari luar pelajar ikut berbaur dan merusak serta membakar pertokoan warga pendatang.

“Saat itu warga pendatang atau warga luar dari Wamena menyelamatkan diri ke Koramil, Kodim, dan Kantor Polisi,” kata Mutasim saat ditemui Desa Pangung, Kamis (3/10/2019).

Lanjut Mutasim, dirinya sempat menolong warga yang luka untuk dibawa ke rumah sakit terdekat akibat luka panah dan parang yang dibawa segerombolan massa untuk menyerang warga pendatang.

“Di rumah sakit Wamena banyak korban luka,” imbuhnya.

Akibat kejadian itu, dirinya mengaku trauma dan memilih untuk tidak kembali ke Wamena. “Saya akan mencari kerjaan di Sampang saja dan tidak akan kembali ke Wamena. Sebab, saya ketakutan sekali waktu itu, beruntung ada petugas yang mengamankan saya,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Nurul Huda selaku perangkat Desa Pangung, membenarkan jika Mutasim adalah warganya dan kemarin dijemput di pendopo Sampang usai dipulangkan dari Wamena.

“Mutasim ini merupakan tulang pungung keluarga, dia sudah lama ditinggal mati oleh orang tua laki-laki, dan saat ini ibunya juga lumpuh selama 12 tahun,” tandasnya. [sar/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar