Peristiwa

Kisah Pemilik Warkop: Tiga Kali Didatangi Petugas, Dua Kali Membayar Denda

Petugas melakukan sidak pada waktu PPKM Darurat berlangsung

Surabaya (beritajatim.com) – Sebuah warkop (warung kopi) di kawasan Penjaring Timur yang sudah berdiri sejak delapan tahun lalu kini terpaksa mengibarkan bendera putih. Pasalnya, selama pandemi berlangsung dan adanya aturan PPKM membuat omset penjualannya terjun bebas. Terlebih sudah dua kali warung kopi ini dinyatakan melanggar aturan PPKM, sehingga mewajibkannya untuk membayar denda yang sudah ditentukan.

Kawasan Penjaringan adalah lokasi yang berada cukup jauh dari jalan raya. Namun lokasi ini kerap kali menjadi target operasi penertiban UMKM yang tidak mentaati aturan selama pandemi. Menurut Alkaillah Nurun, anak dari pemilik warkop yang juga berjualan ketan di sekitar area warkop, hal ini dimulai dari ramainya perbincangan mengenai kasus positif Covid-19 di lingkungan Rusunawa Penjaringan Sari.

“Pernah satu blok rusun itu banyak yang hasilnya positif (Covid-19), kemudian satu rusun di-swab semua. Lalu beberapa hari kemudian dilakukan vaksinasi massal di dalam area rusun. Sejak saat itu petugas sering patroli di sekitar sini,” terang Alan.

Kali pertama warkop ini didatangi oleh petugas gabungan yang melakukan operasi masker pada masa PSBB. Petugas yang datang hanya memberikan himbauan kepada pemilik dan penjaga warkop karena batas waktu untuk buka adalah pukul 20.00 WIB. Serta tak lupa petugas memberikan selebaran kertas berupa aturan lebih rinci mengenai kebijakan selama PSBB.

“Waktu itu memang jam delapan malam lebih sedikit. Posisi warkop sudah tutup, tapi lampu memang masih menyala karena penjaga warkop sedang menghitung uang hasil penjualan hari ini. Petugas cuma kasih himbauan saja waktu itu,” terang Alan.

Kedatangan petugas yang kedua adalah memasuki masa PPKM. Pemilik warkop dituding melanggar aturan karena masih melayani makan di tempat dan menimbulkan kerumunan. Seingat Alan, kedatangan petugas waktu itu menjelang sore hari. Masih sama, petugas memberikan selebaran kertas berisi aturan PPKM dan memungut denda sebesar Rp 500 ribu kepada pemilik warkop.

“Kalau dibilang berkerumun sih menurut saya tidak. Waktu itu ada saya, memang penjaga warkop sudah menghimbau ke pembeli kalau hanya melayani bungkus. Tapi ya bagaimana lagi, kita sudah membungkus minumannya, tapi mereka ingin duduk-duduk sebentar. Mau kita usir itu ya bagaimana,” tukas Alan.

Kedatangan petugas yang ketiga adalah H-5 menjelang Idul Adha. Alan sudah mempunyai firasat buruk sebelumnya, setelah melihat seseorang berpakaian preman namun memakai sabuk dan sepatu polisi sedang memfoto bagian depan warkopnya. Kejadian itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Tak lama kemudian sekompi pasukan gabungan mendatangi warkopnya. Melakukan sidak, dan memungut denda sebesar Rp 500 ribu.

“Siang itu cuman dua orang pembeli. Memang orangnya baru saja duduk dan pesan minum, apesnya nggak lama kemudian didatangi sama petugas. Dari TNI, Polisi, Satpol PP, Linmas, dan 112. Beberapa pekerja media juga ikutan meliput,” tutur Alan.

Suasana Warkop tanpa pengunjung pada Selasa 27 Juli 2021

Petugas pun memberikan peringatan keras kepada pemilik warkop, jika kembali melanggar akan dianggkut semua barang-barang yang ada di sekitar warkop. Di area warkop tersebut, juga terdapat stan pedagang lain yang lambat laun memutuskan untuk gulung tikar.

“Di sini ada Vape Store yang masih bertahan, penjual pangsit dan sosis, serta ketan milik saya. Penjual nasi goreng dan penyetan sudah tutup sejak pertengahan pandemi,” ungkap Alan.

Menurut Alan, sebelum pandemi omset bersih yang bisa diraup oleh bisnis warkop milik ayahnya mencapai Rp 3-4 juta dalam sehari. Namun kini (selama PPKM) omsetnya turun drastis menjadi Rp 150-250 ribu saja per hari. Setelah melanggar dua kali, wakopnya kini pun sepi pembeli, dalam satu hari pembeli bisa dihitung dengan jari. Jam operasionalnya pun berubah menjadi pukul 05.00 WIB-16.00 WIB.

“Sekarang saya yang menjaga warkop, soalnya karyawan sedang pulang kampung. Hari ini saja cuma ada dua pembeli. Semoga saja PPKM segera berakhir dan bisa buka dengan normal lagi,” pungkas Alan. [suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar