Peristiwa

Kisah Haru Ayah Sukri Saat Gempa di Malang

Reruntuhan rumah Munadi korban meninggal akibat gempa bumi di Kabupaten Malang. (Foto : Brama Yoga/Beritajatim.com)

Malang (beritajatim.com) – Rumah Sukri dan keluarganya di Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, rata dengan tanah. Gempa bumi magnitudo 6,1 pada hari Sabtu (10/4/2021) pukul 14.00 wib, merenggut nyawa ayah kandungnya, Munadi (99).

Munadi adalah ayah kandung Sukri yang sudah berusia mendekati satu abad. Sukri dan keluarga besarnya, tinggal di RT 12/ RW 03 Dusun Sukodadi, Desa Wirotaman, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.

Saat gempa terjadi, Munadi berada dirumah bersama menantu, cucu dan dua cicitnya. Sementara Sukri saat itu, sedang berada diladang tak jauh dari rumah mereka.

“Waktu itu saya lagi ke ladang. Dan waktu gempa ada istri saya dirumah, anak saya dan dua cicit bapak. Akhirnya sama istri dan anak saya, kami menyelamatkan dua anak kecil dulu yakni cicitnya Pak Munadi. Karena rumah kami memang jadi satu,” ungkap Sukri, Minggu (11/4/2021).

Pada saat gempa terjadi, Sukri mengaku jika ayahnya sedang beristirahat. Dia sudah sakit sejak beberapa tahun lalu.

Alhasil, saat menantu, cucu dan dua cicitnya berhasil menyelamatkan diri, Munadi pun tak bisa menghindar dan tertimpa atap rumahnya sendiri.

“Kami sempat meminta tolong. Tapi tidak ada yang datang. Karena kan jauh jarak rumahnya. Namun beberapa saat kemudian ada tetangga yang datang dan menolong kami,” tuturnya.

Saat ada orang yang menolong, ternyata Munadi sudah menghembuskan nyawanya. Terdapat luka di bagian kepala dan juga sekujur kaki dan tangannya.

Reruntuhan rumah Munadi korban meninggal akibat gempa bumi di Kabupaten Malang. (Foto : Brama Yoga/Beritajatim.com)

“Waktu itu bapak langsung ditolong warga yang datang dan mencoba mengeluarkan bapak dari puing-puing, tapi kondisinya sudah terluka dan meninggal. Bapak kemarin dikubur jam 16.00 sore langsung,” tuturnya sedih.

Rumah Sukri yang ditempati bersama Munadi dan cucu serta cicitnya, sudah rata dengan tanah. Sejak pagi hari ini, sejumlah personel TNI membantu membersihkan puing-puing reruntuhan.

Prihatin dan turut berbela sungkawa, Bupati Malang, HM Sanusi yang sempat menemui keluarga Munadi, memberikan bantuan langsung berupa uang tunai Rp 100 juta.

“Ya kami beri santunan Rp 100 juta dari Pemkab Malang untuk korban yang meninggal tadi. Dan juga kami bantu ada sembako juga,” papar Sanusi. [yog/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar