Peristiwa

Kisah Gus Idris, dari Santet Hingga Sweeping Dukun Ilmu Hitam

Malang (beritajatim.com) – Idris Al Marbawy baru tiba dirumah saat jam menunjukkan pukul 23.15 wib, Jumat (11/7/2020) di Desa Babadan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Dalam beberapa pekan terakhir, mobilitas ulama muda yang akrab disapa Gus Idris cukup padat. Berdakwah lewat platform YouTube dengan bidang kesehatan dan spiritual, menjadi pilihan utama Gus Idris.

Nama Gus Idris mungkin masih terdengar asing bagi sejumlah orang. Namun, sejak beberapa bulan yang terakhir, sosok Gus Idris mulai dikenal masyarakat, khususnya yang berkecimpung di jagat maya.

Ulama muda kelahiran 21 September 1991 ini berkenan membagikan sedikit kisah hidupnya. Termasuk awal mula dirinya terjun berdakwah melalui platform YouTube. Menyembuhkan pasien dari gangguan ilmu hitam, santet hingga menghilangkan gangguan mahkluk astral yang menempel pada raga pasien.

“Sudah lama sih. Sudah 5 tahun-an yang lalu. Kebetulan baru kita up di YouTube pas lockdown ini. Biasanya kan kita aktif di pengajian-pengajian, tabligh akbar. Karena setiap hari kita ada namanya Majlis Ta’lim Thoriqul Jannah, dan sampai yang berobat jamaah-jamaah kita sendiri ini. Cuma belum kita naikkan YouTube saat itu, karena belum pengalaman disitu. Setelah lockdown ini kan kita tidak boleh kumpul-kumpul. Saya bingung sama teman-teman, biasanya dakwah kok tidak dakwah, seperti gatal gitu mas. Gimana caranya imajinasi kita, tujuan dakwah kita tetap agar tetap bisa walaupun lockdown, akhirnya ya pakai YouTube itu,” Gus Idris mengawali kisahnya.

Pada beritajatim.com ditemui dikediamannya, Gus Idris membagi kisah. Awal kisahnya terjun sebagai YouTubers, pria ramah tersebut mengaku tertarik mengulik hal-hal yang berkaitan dengan mistik. Hingga saat ini, channel YouTube Gus Idris — Gus Idris Official — telah memiliki 426 ribu subscriber.

“Pakai YouTube, kita buat YouTube. Menguak misteri jalan yang sering terjadi kecelakaan atau apa. Apa ada gangguan dari bangsa gaibnya, ikut campur tidak disitu. Kita up di YouTube, kok banyak masyarakat yang tertarik disitu. Awalnya disitu,” tegasnya.

Seiring popularitas Gus Idris di platform YouTube yang kian digemari, ternyata membawa dampak dalam kehidupannya sehari-hari. Gus Idris yang dikenal kerapkali bersinggungan dengan hal-hal gaib, membuat masyarakat mulai mendatangi kediaman Gus Idris sekaligus Pondok Pesantren Thoriqul Jannah di Desa Babadan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang.

Mereka yang datang ke tempat Gus Idris itu tidak hanya berasal dari Kabupaten Malang, namun seluruh Indonesia, bahkan ada yang dari luar negeri. Masyarakat yang datang tersebut membawa beragam keluhan, yang mayoritas berkaitan dengan hal-hal non medis.

“Kita rekam juga jamaah yang minta tolong, jadi betul-betul non medis disini. Artinya kita up, kok tambah rame, tambah rame, sampai saat ini. Gara-gara YouTube itukan tambah rame. Yang penting kita amalkan, kita bisa membantu yang membutuhkan kita, yang penting bermanfaat. Itu tujuan kita,” ucap Bapak dua anak ini.

Putra dari Kyai Rodhyallah itu menambahkan, dirinya enggan terlena dengan apa yang dipunyai saat ini. Gus Idris bilang, dia hanya ingin fokus berdakwah hingga ajal menjemput.

“Kalau kesombongan, angkuh, takabur, itu kan sifat manusia. Agar kita dijauhkan dari sifat itu, kita harus istiqomah. Bagaimanapun situasi dan keadaan kita. Mau di puji agar tidak terbang. Mau di caci, tidak mundur, tidak membuat kita down. Solusinya jalan saja terus. Sampai ajal menjemput. Dakwah saja terus sampai Allah berkata waktunya pulang,” ujar Gus Idris.

Hingga kini, sudah ribuan orang yang mengalami sakit non medis, berhasil ia sembuhkan. Untuk menanganinya, Gus Idris harus berhadapan secara langsung hingga tak kasat mata dengan ratusan ribu jin, dukun penganut ilmu hitam, sampai pasien yang terkena ilmu teluh atau santet.

Gus Idris menegaskan, benteng terkuat seseorang agar terhindar dari ilmu hitam dan gangguan mahkluk tak kasat mata, ada pada diri sendiri. “Benteng terkuat ada pada diri sendiri. Saya selalu tekankan pada seluruh pasien untuk yakin pada kekuatan Allah dan diri sendiri dulu. Baru kemudian kita ajari beberapa amalan termasuk asmaul husna,” paparnya.

Gus Idris menambahkan, dari seluruh perjalanan itu, ratusan dukun penganut ilmu hitam berhasil ia sadarkan. “Istilahnya kita sweeping dukun dulu. Datanya dari riwayat non medis pasien. Kita cari dukun pengirim ilmu santet. Kita ajak ngomong baik-baik, kita minta hentikan cara-cara mengirim teluh dan santet. Alhamdulillah, mereka banyak yang bertobat. Tapi tidak sedikit yang harus kita paksa dengan adu ilmu dulu, baru kemudian si dukun ini menyerah,” Gus Idris mengakhiri. (yog/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar