Peristiwa

Kisah Emil Dardak Mencegat Emak-Emak di Blega

Bangkalan (beritajatim.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak tengah dalam perjalanan pulang menuju Surabaya setelah meninjau penanganan Covid-19. Sebuah mobil bak terbuka melintas, mengangkut sekumpulan emak-emak. Tiga perempuan separuh baya berdiri di bak dan sisanya duduk. Entah mau ke mana mereka.

Emil segera meminta ajudannya menghentikan mobil bak terbuka itu. “Ada acara atau apa ini?” tanya Emil kepada para perempuan itu setelah mobil berhenti di tepi jalan.

“Ada saudara meninggal,” jawab salah satu penumpang.

Emil mengangguk. Dia meminta kepada para penumpang truk untuk menjaga keselamatan. “Hati-hati, nggak boleh (berada di mobil bak terbuka), tugas saya ini memastikan keselamatan panjenengan semua supaya aman semua,” katanya.

Para ibu itu mulai memperhatikan Emil yang mengingatkan mereka untuk selalu menaati protokol kesehatan selama masa pandemi saat ini. “Nah ini kan sudah nggak boleh ada acara lebih dari 30 orang. Ini di mobil sudah berapa orang ini?” lanjutnya.

“Bagusnya ini cuma satu: pakai masker. Nah ini saya kasih jempol. Tapi terlalu mepet-mepet dan bahaya. Tolong sampaikan ke keluarga, saudara dan tetangga di rumah, hati hati dan tetap dijaga menjalankan prokesnya karena kasus covid-19 lagi tinggi-tingginya,” kata Emil, memberikan penyuci hama tangan (hand sanitizer) kepada mereka.

Setelah menggunakan penyuci hama tangan, para ibu itu dipersilakan melanjutkan perjalanan kembali ke rumah masing-masing. “Kebetulan Mereka sudah dekat dan di belokan sudah akan sampai, jika tidak tentu akan dilarang melanjutkan perjalanan,” kata Emil.

Emil mencegat kendaraan yang mengangkut para ibu itu karena tak ingin mereka celaka. Mereka memang memakai masker. “Tapi berdesak desakan tentu sama saja risikonya. Semoga ini menjadi pembelajaran. Bukan saja risiko covid-19 tapi juga risiko kecelakaan lalu lintas,” katanya. [wir/suf]

Kisah ini diadaptasi dari Instagram Emil Dardak


Apa Reaksi Anda?

Komentar