Peristiwa

Ketua DPRD Kunjungi Rumah Wartawan Kediri yang Terbakar

Kediri (beritajatim.com) – Musibah menimpa keluarga Bakti Wijayanto, wartawan senior Harian Koran Memo Kediri. Rumahnya di Desa Jemekan, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri dilalap si jago merah.

Atas musibah yang dialami pekerja pers tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Kediri, Dodik Purwanto datang ke lokasi.

“Kami mengucapkan turut prihatin. Semoga yang sedang dilanda musibah dan sebagai wakil panjenengan semua turut prihatin, karena ini menjadi sebuah hal yang tidak terduga, sebuah bencana,” kata Dodik Purwanto.

Dodik sempat melihat puing-puing bangunan rumah yang ludes terbakar. Dirinya berharap, Pemerintah Kabupaten Kediri memberikan perhatian terhadap musibah yang dialami oleh warganya ini.

“Kami akan berupaya baik secara pribadi maupun kelembagaan, berharap pemerintah daerah peduli dengan APBD kita itu uang rakyat, bisa meringankan,” janji politisi PDI Perjuangan ini.

Menurut Dodik, musibah yang dialami oleh Bakti bersama keluarganya bisa terjadi kepada siapa saja. Namun, karena kebakaran belum dapat dikategorikan dalam bencana, sehingga tidak tercover oleh dana bencana, maka menurut Dodik, lembaga DPRD Kabupaten Kediri akan membahasnya dalam rapat dewan.

“Kami berharap ini bisa tercover dan pemerintah hadir. Ketika hal-hal bencana seperti ini menimpa masyarakatnya. Maka kita akan duduk satu meja untuk mencarikan solusi. Pada prinsipnya, ini semua uang rakyat (APBD) dan sah-sah saja kalau untuk kembali ke rakyat juga,” tegasnya.

Kebakaran yang melanda rumah Bakti Wijayanto sendiri terjadi, pada Jumat (21/8/2020) sekitar pukul 03.00 WIB. Saat peristiwa berlangsung, rumah ditempati orang adiknya yang baru datang dari Jakarta. Sang adik sudah terbangun untuk menjalankan shalat tahajud. Tiba-tiba terdengar suara kaca pecah dari ruang tengah.

“Saat adik melihat ke ruang tengah, ternyata api sudah membesar. Kemudian mereka berusaha keluar dengan membawa barang-barang yang bisa diselamatkan,” ujar Bakti di lokasi. Wartawan senior itu datang setelah menerima informasi mengenai kejadian itu. Dirinya bersama warga sekitar berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Tetapi karena material bangunan yang terbuat dari kayu dan anyaman bambu, maka api dengan cepat membesar. Sehingga warga kesulitan untuk menjinakkan. Api akhirnya dapat dipadamkan selang waktu tiga jam kemudian. Tetapi seluruh bangunan, terutama bagian atap telah hangus. Menurut informasi yang didapat dari kepolisian, kebakaran tersebut terjadi akibat korsleting listrik.

“Saya berusaha untuk menyelamatkan barang-barang. Kemudian di belakang ada puluhan ekor kambing yang sempat saya khawatirkan. Tetapi Alhamdulillah semua selamat. Lantas, di sebelah barat ada ternak milik tetangga. Beruntung tidak sampai merembet,” imbuh Bakti.

Masih kata Bakti, rumah tersebut merupakan peninggalan dari kedua orang tuanya. Baginya sangat berharga, karena menyimpan kenangan dimasa kecil. Sementara itu, selain dari kalangan DPRD, perhatian dan dukungan juga datang dari sesama wartawan di Kediri. [nm/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar