Peristiwa

Tenggelamnya KM 'Berhasil II' di Perairan Giliraja Sumenep

Kesaksian Korban Selamat, Posisi Terakhir Korban Hilang Ada di Kapal

Sumenep (beritajatim.com) – Hari kedua pencarian terhadap tiga korban hilang dalam musibah tenggelamnya KM ‘Berhasil II’ di Perairan Giliraja, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, belum membuahkan hasil.

Selain tim gabungan Basarnas, Polair, dan lima polsek, nelayan setempat juga ikut melakukan pencarian. Ada sekitar 40 orang yang ikut melakukan pencarian menggunakan dua kapal nelayan.

Kepala Desa Lobuk, Moh. Saleh menjelaskan, para nelayan melakukan pencarian di sekitar lokasi tenggelamnya kapal. Berdasarkan keterangan saksi-saksi yang selamat, dua dari tiga korban yang hilang itu bertahan di kapal saat ombak besar menghantam.

“Jumu’awam, salah satu korban hialng, disebut-sebut berada di ruang kecil bagian atas kapal saat ombak datang. Kemudian korban hilang lain atas nama Harun, mengikat badannya dengan tali di sekitar lokasi kapal,” paparnya, Selasa (16/2/2021).

Berdasarkan informasi itulah para nelayan mencoba melakukan pencarian di titik tenggelamnya kapal. Para nelayan itu mencoba mengangkat alat tangkap di lokasi tenggelamnya kapal. “Pengangkatan alat tangkap itu tentu saja dengan harapan bisa menemukan korban. Kalau melihat keterangan saksi, korban hilang berada tidak jauh dari lokasi tenggelamnya kapal,” ujarnya.

Kapal Motor (KM) ‘Berhasil II’, tenggelam di selatan Perairan Giliraja, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, akibat cuaca ekstrem. Kapal milik H. Syaiful Hidayat, warga Dusun Tarogan, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, membawa 17 ABK.

Mereka berangkat melaut pada Minggu (14/02/2021) malam. Pada Senin (15/02/2021) jam 3 pagi, perahu dihantam ombak setinggi 3 meter hingga tenggelam. Dari 17 ABK, 14 ditemukan selamat dan telah dievakuasi melalui Pelabuhan Lobuk, Bluto. Sedangkan 3 lainnya masih dalam upaya pencarian

Tiga korban hilang yang masih belum ditemukan adalah Pak Endin, warga Desa Kapedi, kemudian Harun dan Juma’awam, keduanya warga Desa Lobuk Kecamatan Bluto. [tem/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar