Peristiwa

Kerumunan Massa Jadi Fokus Pengawasan Polisi

Tempat rapid test dan tempat yang berpotensi menimbulkan kerumunan warga menjadi fokus petugas tiga pilar termasuk kepolisian di Kota Surabaya . [Foto/Manik Priyo Prabowo]

Surabaya (beritajatim.com) – Menjelang New Normal atau kehidupan dengan cara baru, petugas kepolisian fokus pada kawasan yang berpotensi menciptakan kerumunan massa. Di antaranya tempat ibadah, pasar, mall dan bidang usaha lainnya.

Fokus tersebut bertujuan untuk melakukan peninjauan, pengawasan dan juga peneguran akan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kompol Anggo Sahputra, Kapolsek Genteng Surabaya menjelaskan, peninjuan ini guna mengawasi bagaimana penerapan protokol kesehatannya.

“Jika melanggar maka akan diberikan teguran dan imbauan. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran virus. Sehingga pengunjung tempat ibadah, mall, toko dan warung atau resto terjamin keamanannya,” katanya kepada beritajatim.com, Jumat (12/6/2020).

Lebih lanjut, Anggi menjelaskan, sejuah ini para pengusaha dan tempat ibadah sudah sesuai protokol kesehatan. Hanya saja, minimnya kesadaran warga atau pengunjung terkadang masih kurang. Tak hanya kurang kesadaran akan jaga jarak, pemakaian masker juga terkadang masih ada. Sehingga, petugas pun meminta agar para pengusaha ini tegas menolak pengunjung yang tak memenuhi syarat kesehatan.

“Syarat utama adalah jaga jarak, masker dan tes suhu badan. Dengan begitu meminimalisir penyebaran akan efektif. Maka perlu adanya ketegasan dan kesadaran pengusaha supaya menolak pengunjung tanpa masker,” pungkasnya.

Protokol ini juga berlaku di markas kepolisian. Bagi warga yang hendak mengurus surat SKCK, SIM, Surat kehilangan atau apa saja ke polisi wajib diperiksa. Kanit Regiden Satlantas Polrestabes Surabaya, Kompol Yanto Mulyanto menjelaskan, pembuatan SIM wajib diperiksa. Selain memeriksa suhu, petugas juga wajib menegur warga tak bermasker.

“Jika memang tak bawa masker ya gak bisa urus SIM. Tes kesehatan suhu badan juga wajib. Karena kita berharap tak ada lagi yang namanya klaster baru di kepolisian ini,” paparnya. [man/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar