Peristiwa

Kernet Meninggal dalam Kabin Truk

foto/ilustrasi

Gresik (beritajatim.com) – Solikin (51) yang berpofesi menjadi kernet truk ditemukan meninggal di dalam kabin kendaraan karena menghidap infeksi paru-paru. Warga asal Desa Sukoharjo, Kecamatan Kanigaran, Kabupaten Probolinggo itu ditemukan pertama kali oleh Muhammad Solehuddin selaku pengemudi truk N 8689 UQ saat beristirahat di Jalan Raya Desa Ambeng-Ambeng Duduksampean, Gresik.

Kasus meninggalnya kernet truk tersebut bermula saat korban (Solikin) bersama Muhammad Solehuddin berangkat dari Jakarta area pergudangan daerah Cilincing Jakarta Barat, Kamis (16/1). Keduanya mengendarai kendaraan truk nopol N 8689 UQ.

Saat perjalanan, Muhammad Solehudin bersama korban beristirahat di warung makan Pelopor di daerah Pemalang. Pada waktu itu, Muhammad Solehuddin melihat korban sudah sakit. Setelah makan korban meminum obat yang telah dibawanya.

Usai cukup beristirahat, keduanya melanjutkan perjalanan lagi. Sewaktu tiba di SPBU daerah Kudus, rekan korban menawarkan untuk berobat di Puskesmas di daerah Kudus. Namun, korban menolaknya karena merasa kondisinya baik lalu melanjutkan perjalanan lagi.

Saat tiba di warung makan Pak Mul di daerah Tambak Boyo, Rembang. Saat itu, korban tidak makan. Bahkan, kondisinya sakit batuk. Tapi, mereka masih melanjutkan perjalanan dan sesampainya di daerah Widang Tuban. Korban, meminta izin untuk buang air, dan saksi Muhammad Solehuddin melihat korban sudah berkeringat dan wajahnya pucat.

Saksi lagi-lagi menawarkan korban untuk berobat ke Pukesmas Babat, Lamongan. Namun, Solikin menolaknya. Kemudian saksi melanjutkan perjalanan lagi, dan berhenti di depan rumah makan Panorama Jl Raya Ambeng-Ambeng Wayangrejo Duduksampeyan, Gresik.

Sewaktu dibangunkan, korban dikira masih tertidur. Setelah dibangunkan lagi korban kondisinya sudah tidak bernyawa.

“Saya baru mengetahui kernet saya Solikin telah dalam keadaan meninggal dunia secara mendadak,” ujar Muhammad Solehudin, Sabtu (18/01/2020).

Kapolsek Duduksampean AKP I Made Jatinegara membenarkan adanya laporan mati mendadak di dalam kendaraan truk. “Saat ditemukan posisi mayat meninggal dalam keadaan tidur terlentang memakai kaos warna putih celana pendek warna coklat,” tuturnya.

Ia menambahkan, dari hasil olah TKP diperoleh beberapa fakta, tidak ada bekas penganiayaan di tubuh korban. “Tidak ada bekas penganiayaan di dalam tubuh korban. Jadi memang korban sudah lama sakit infeksi paru-paru,” imbuhnya. [dny/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar