Peristiwa

Keracunan Makanan, Tamu Hotel di Mojokerto Dievakuasi

Mojokerto (beritajatim.com) – Dengan mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, Team Satgas Covid-19 mengevakuasi diduga korban keracunan makanan dari salah satu hotel di kawasan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.

Korban dievakuasi menggunakan ambulance dan dibawa ke RSUD Prof Dr Soekandar Kecamatan Mojosari.

Kasi Pelayanan dan Penanggulangan Bencana, PMI Kabupaten Mojokerto, Didik Soedarsono mengatakan, sekira pukul 23.30 WIB petugas Polantas Polres Mojokerto meminta bantuan Team Satgas Covid 19 yang bertugas Posko Screening Covid-19 di Pusat Perkulakan Sepatu Trowulan (PPST) Kecamatan Trowulan.

“Korban waktu itu menginap di sebuah hotel, sekira pukul 23.00 WIB korban lari keluar kamar dan dan terjatuh di tempat cucian mobil. Oleh penjaga hotel dipanggilkan petugas Polantas yang ada di Pos Kenanten,” ungkapnya, Jumat (10/4/2020).

Team Satgas Covid 19 terdiri dari PKM Jetis, PMI dan TAGANA Kabupaten Mojokerto mendatangi lokasi kejadian dengan mengenakan APD Lengkap. Team Satgas Covid-19 yang datang ke lokasi langsung berkoordinasi dengan pihak Polsek Mojoanyar dan melakukan pemeriksaan terhadap korban.

“Team PKM Jetis melakukan pemeriksaan dini dengan Thermogun diketahui suhu tubuh korban 36 derajat Celcius. Korban muntah-muntah dan tingkat kesadaran korban masih bisa diajak komunikasi. Akhirnya korban dirujuk ke RSUD Soekandar Mojosari, dengan menggunakan Ambulance PKM Jetis,” katanya.

Penjaga hotel menjelaskan jika sebelum lari dan terjatuh di tempat cucian mobil, korban yang diketahui bernama Ahmad Iswanto (36) warga Desa Pomahan RT 18 RW 9, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro berteriak minta tolong.

Penjaga hotel yang datang ke kamar korban mendapati korban dalam keadaan lemas.

“Korban sempat minta makan kepada penjaga hotel dan menyampaikan jika dompet dan 2 buah HP miliknya dibawa teman yang sebelumnya bersama-sama dengan korban. Setelah dilakukan pemeriksaan dokter jaga di IGD RSUD dinyatakan keracunan makanan dan perlu perawatan di RSUD,” jelasnya.

Didik menambahkan, terkait protokol APD lengkap yang dikenakan Team Satgas Covid-19 dalam mengevakuasi korban merupakan pertolongan pertama di lokasi kejadian. Sehingga Team Satgas Covid-19 harus mengenakan APD lengkap. Protokol APD lengkap bukan hanya untuk mengevakuasi pasien Covid-19.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar