Peristiwa

Kepulangan Perantau Jatim dari Wamena Papua untuk Yang Membutuhkan

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menggendong anak warga Jatim yang baru pulang dari Papua.

Malang(beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menyambut langsung kedatangan 121 perantau dari Papua. Mereka mayoritas berasal dari Jatim, meski ada beberapa dari luar Jatim seperto dari Solo dan sebagian daerah Jateng.

“Mereka adalah perantau. Kalau mereka sekarang dalam posisi ingin kembali ke tanah asalnya, karena jumlahnya besar, maka kita ingin membuatkan layanan agar mereka bisa kembali dengan layanan yang lebih proper,” kata Khofifah.

“Yang di Jayapura, semisal memiliki income yang besar dan aman tetap saja di Jayapura. Sebetulnya yang dilakukan ini untuk mereka yang membutuhkan perlindungan,” imbuh Khofifah.

Khofifah juga menyempatkan diri untuk berdialog langsung dengan mereka. Menanyakan kondisi, keadaan, dan keluarga yang akan mereka tuju begitu sampai ke daerah asal.

Ia menjamin bahwa semua perantau ada dan masuk dalam pendataan. Sebab hal ini penting, terkait kepentingan jika nanti ada data yang dibutuhkan pemerintah pusat, maka data-data para perantau sudah siap.

“Jika suatu saat ada konsesi dari pemerintah pusat, misalnya toko atau rumah yang terbakar, sehingga mereka bisa bekerja kembali kesana, kita sudah siapkan datanya. Inilah pentingnya mereka diidentifikasi untuk mengetahui data dan jumlah perantaunya. Sebab mereka banyak yang tidak sempat membawa KTP,” ujar Khofifah.

Selain itu, Pemprov Jatim intens berkoordinasi dengan Kementerian Sosial. Pasalnya di Kementerian Sosial ada kualifikasi bencana alam dan bencana sosial. Saat ini sudah ada tiga kloter warga perantau Jawa Timur di Wamena yang kembali pulang. Rombongan pertama datang melalui Semarang sejumlah 43 orang. Kemudian hari ini melalui bandara Malang sejumlah 121 orang dan dijuga melalui bandara Juanda sejumlah 41 orang.

“Besok rencananya akan datang sekitar 130 orang. Kami menyampaikan terimakasih kepada TNI AU yang telah membantu memudahkan kepulangan warga Jatim yang sedang merantau di Wamena,” tandas Khofifah.

Sebelum dipulangkan ke kabupaten kota masing-masing di Jawa Timur, para perantau tersebut mendapatkan bantuan dari pemprov Jawa Timur berupa uang saku, sembako, dan juga pakaian siap pakai. (Luc/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar