Peristiwa

asus Bullying Siswa

Kepala SMPN 16 Kota Malang Dapat Hukuman dari Wali Kota

Kepala SMP se-Kota Malang dipanggil Wali Kota Malang atas kasus bullying siswa SMPN 16 Kota Malang.

Malang(beritajatim.com) – Wali Kota Malang, Sutiaji menegaskan dirinya bakal memberi sanksi tegas kepada Kepala SMPN 16 Kota Malang, Syamsul Arifin atas kasus bullying yang dialami oleh MS (13). Dia di bully oleh ketujuh teman sekolahnya.

Bullying yang dilakukan tujuh siswa kepada MS masuk kategori kekerasan fisik. MS menderita luka lebam di bagian tangan, kaki, punggung, dan jari. Bahkan jari tengah tangan kanan MS kini telah diamputasi oleh tim medis akibat luka yang cukup parah.

“Harus ada punishment (hukuman) kepada lembaga, dalam hal ini sekolah. Karena kepala sekolahnya pegawai negeri, jadi kita mengikuti aturan dalam Peraturan Pemerintah nomor 30 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri,” kata Sutiaji, Rabu, (5/2/2020).

Sutiaji tidak merinci jenis hukuman apa yang diberikan kepada Kepala SMPN 16 Kota Malang. Sebab, mekanisme selanjutnya akan diserahkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang. Dia berharap kasus MS menjadi kasus perundungan terakhir di Kota Malang.

Sementara untuk proses hukum yang sedang dialami oleh tujuh siswa terduga pelaku bullying. Pemkot Malang menyerahkan sepenuhnya ke Polresta Malang Kota. Sebab polisi sudah melakukan pemeriksaan beserta melakukan tes visum kepada korban.

“Karena ada pelanggaran kriminal jadi ada proses hukum. Kita serahkan semuanya pada polisi,” tandasnya. (luc/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar