Peristiwa

Selesai Menikahkan Pengantin

Kepala KUA Puncu Meninggal di Ruang Balai Nikah

Kediri (beritajatim.com) — Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Syahruwardi (48) ditemukan meninggal dunia di ruang balai nikah. Korban meregang nyawa, setelah menikahkan pasangan pengantin.

Belum diketahui penyebab kematian korban. Sementara berdasarkan keterangan pihak keluarganya, korban mengidap penyakit jantung. Penyakitnya tersebut kerap kambuh. Sementara itu, saat ini kepolisian dari Polsek Puncu masih melakukan serangkaian penyelidikan.

“Tidak ada tanda tanda penganiayaan. Berdasarkan keterangan keluarga sudah tiga tahun korban mengalami sakit jantung dan sering kambuh,” tegas AKP Yusuf, Kapolsek Puncu, Kamis (17/1/2019).

Jenazah korban kali pertama ditemukan oleh Agus Suprayitno (43) honorer KUA Puncu. Saksi hendak mengantarkan pesanan makanan yang dipesan korban. Tetapi, dia terkejut karena korban ditemukan di ruangan dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

Pagi hari, sekitar pukul 09.00 WIB, Suprayitno datang ke Kantor KUA Kecamatan Puncu. Tak berselang lama, korban menikahkan pasangan pengantin dari Desa Gedangsewu. Usai kegiatan itu, korban kantor. Dia menanti beberapa orang pegawai KUA yang sedang berkebun.

Selanjutnya, Agus bersama beberapa orang pegawai KUA pergi mencari makan siang. Korban memesan makanan kepada Agus. Mereka membeli makan siang ke Pasar Karangdinoyo, Kecamatan Kepung. Sementara korban menunggu seorang diri di kantor.

Setelah kembali, Agus kemudian mencari korban ke ruang kerjanya. Karena tidak menemukan korban, dia lalu mencari ke ruang balai nikah. Tempat tersebut biasanya dipakai korban untuk tidur.

Awalnya, Agus mengira korban tengah tertidur. Tetapi saat diperiksa, ternyata sudah meninggal dunia. Agus kemudian memberitahu pegawai lain. Setelah itu, mereka melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Puncu. Petugas gabungan dari polsek dan Tim Identifikasi akhirnya datang untuk melakukan olah TKP dan memeriksa jenazah korban. [nng/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar