Peristiwa

Kendaraan Luar Madura Dihentikan di Pos Perbatasan Sumenep – Pamekasan

Pemeriksaan kendaraan di pos perbatasan Sumenep - Pamekasan

Sumenep (beritajatim.com) – Polres Sumenep mulai melakukan penyekatan di perbatasan Sumenep – Pamekasan, menindaklanjuti SE (surat edaran) larangan mudik lebaran.

“Sudah ada pos di perbatasan Sumenep – Pamekasan, tepatnya di Prenduan. Nantinya pos akan kami tambah di Pasongsongan, Guluk-guluk, serta Pelabuhan Kalianget. Semuanya untuk mengantisipasi pemudik yang masuk Sumenep,” kata Kapolres Sumenep, AKBP Darman, Senin (26/4/2021).

Ia menjelaskan, di pos perbatasan di Jl. Raya Sumenep – Pamekasan Desa Rombasan tersebut, kendaraan plat luar Madura yang akan masuk Sumenep dihentikan dan diperiksa. “Yang diperiksa itu bus malam atau bus antar kota antar provinsi, kemudian mobil-mobil pribadi berplat nomor luar yang digunakan untuk mudik,” terangnya.

Menurut Darman, di pos tersebut, pengendara dari luar yang akan masuk ke Sumenep dirapid test antigen secara acak. Pekan depan pemeriksaan tidak lagi rapid test, melainkan menggunakan Gnose.
“Biaya Gnose dibebankan pada pengendara. Tapi hanya Rp 10.000. Saya kira tidak terlalu berat ya,” ujarnya.

Apabila dalam pemerikaaan melalui rapid test maupun Gnose ditemukan ada yang reaktif, maka akan dikarantina di Rumah Isolasi Darurat (RIDC) Batuan. “Sejauh ini tidak ditemukan yang reaktif. Semoga Sumenep tetap zona hijau dan tidak ada lagi penyebaran Covid-19 disini,” ujarnya.

Petugas di Posko perbatasan Sumenep – Pamekasan tersebut sebanyak 22 orang, terdiri dari aparat kepolisian, TNI, Dinas Kesehatan, Satpol PP, dan BPBD. “Untuk saat ini hingga 6 Mei masih berupa selektif prioritas. Tetapi mulai 6 Mei, akan dilakukan penutupan mulai Bangkalan, sehingga kendaraan luar tidak diijinkan masuk. Hanya se-rayon Madura yang boleh melakukan pergerakan,” ungkap Darman. [tem/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar