Peristiwa

Kenang Proklamator Bung Karno, Pantai Ngliyep Gelar Upacara Kerakyatan

Direktur PD Jasa Yasa Kabupaten Malang yang membawahi wisata Pantai Ngliyep, Ahmad Faiz Wildan.

Malang (beritajatim.com) – Jelang detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-74, Sabtu (17/8/2019) esok, Perusahaan Daerah (PD) Jasa Yasa Kabupaten Malang bakal menggelar upacara kerakyatan. Direktur PD Jasa Yasa Kabupaten Malang yang membawahi wisata Pantai Ngliyep, Ahmad Faiz Wildan

mengatakan, dalam upacara HUT RI yang digelar setiap tanggal 17 Agustus nanti, pihaknya akan mengadakan upacara di Pantai Ngliyep yang akan diikuti oleh para nelayan, masyarakat di sekitar pantai, serta seniman dan budayawan.

“Upacara kerakyatan ini bertujuan untuk meneguhkan kembali jejak Presiden RI Pertama Ir Soekarno atau Bung Karno dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia,” ungkap Wildan, Jumat (16/8/2019).

Menurut Wildan, di pantai Ngliyep ini memiliki sejarah yang sangat penting bagi kemerdekaan RI. Pasalnya, sang Proklamator (Bung Karno, red) pernah membuat karya puisi tentang keindahan Pantai Ngeliyep. Dari salah satu cuplikan karya puisi Bung Karno, yaitu : “Jikalau aku berdiri di Pantai Ngeliyep, aku mendengar lautan Hindia bergelora, membanting di pantai Ngeliyep itu, aku mendengar lagu, sajak Indonesia”. Dengan begitu, pihaknya ingin mengenang Bung Karno dengan menggelar upacara kerakyatan di HUT Ke-74 RI tahun ini.

“Kami sebagai generasi muda penerus bangsa, tetap selalu menghormati jasa-jasa para pendiri bangsa, serta para pejuang kemerdekaan. Karena tanpa perjuangannya dikala itu, tidak mungkin Indonesia seperti sekarang ini,” tegas Wildan.

Ia melanjutkan, di area Pantai Ngliyep juga terdapat Sendang Kamulyan, yang saat itu Bung Karno sering mendatangi sendang tersebut. Sehingga Pantai Ngeliyep juga mempunyai sejarah. Maka, pihaknya ingin mengingatkan kembali kepada warga Kabupaten Malang, jika dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah, Pantai Ngliyep juga memiliki sejarah, sehingga harus tetap dilestarikan.

“Dengan digelarnya upacara kerakyatan ini diharapkan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Kabupaten Malang mengetahui jika Pantai Ngliyep memiliki sejarah di masa penjajahan pada waktu itu,” Wildan mengakhiri. (yog/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar