Peristiwa

Kenali Tanda Sederhana ini Untuk Deteksi Bencana Gerakan Tanah

Ketua FPBI Kabupaten Bojonegoro Nurcholish.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Tanda-tanda alam untuk mendeteksi terjadinya bencana bisa diketahui dari banyak hal. Termasuk tanda sederhana yang sering luput dari perhatian. Seperti misalnya tanda adanya potensi bencana alam gerakan tanah atau longsor.

Menurut Ketua Forum Peduli Bencana Indonesia (FPBI) Kabupaten Bojonegoro Nurcholish, untuk mengenali fenomena alam, terutama jika adanya gerakan tanah, bisa dilihat dari hal sederhana. Setelah mengetahuinya sehingga bisa lebih waspada.

Apalagi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, telah merilis sejumlah daerah di Jawa Timur memiliki resiko tinggi terjadinya bencana gerakan tanah. Termasuk di Kabupaten Bojonegoro.

“Ada 14 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro yang rawan terjadi gerakan tanah. Dari banyaknya potensi gerakan tanah tersebut, masyarakat diimbau agar bisa lebih waspada. Apalagi, saat ini akan memasuki cuaca ekstrim dan terjadi hujan,” katanya, Jumat (3/9/2021).

Saat memasuki musim penghujan, adanya potensi gerakan tanah ini lebih tinggi, karena rakutan tanah atau celah-celah tanah terisi air. Sehingga untuk mendeteksi awal, masyarakat perlu lebih waspada jika sudah ada tanda-tanda seperti bangunan tegakan yang sudah doyong.

“Cir-ciri yang awam jika terjadi gerakan tanah diantaranya bisa dibaca dari kondisi bangunan tegakan sebagai patokan. Misalnya, tiang listrik, tiang telepon, bangunan, maupun pohon-pohon jika kondisi miring maka diperkirakan ada gerakan tanah. Termasuk jika dalam waktu cepat sumber air (sumur) habis itu kemungkinan juga ada pergerakan tanah,” ungkapnya.

Rilis prakiraan bencana gerakan tanah di Kabupaten Bojonegoro yang dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyebutkan potensi bencana gerakan tanah di wilayah Jawa Timur pada September 2021, hampir seluruh kabupaten di wilayah Provinsi Jawa Timur memiliki potensi gerakan tanah.

Di Kabupaten Bojonegoro, dari 28 kecamatan, ada 14 kecamatan yang berpotensi terjadi bencana gerakan tanah pada September 2021 ini. Dari 14 kecamatan tersebut dengan potensi gerakan tanah terjadi dari resiko menengah hingga menengah tinggi.

Resiko gerakan tanah menengah tinggi terjadi di Kecamatan Bubulan, Kasiman, Malo, Margomulyo, Ngambon, Sugihwaras, Tambakrejo, Temayang, dan Kecamatan Trucuk. Sedangkan kecamatan yang berpotensi mengalami pergerakan tanah dengan potensi menengah diperkirakan terjadi di Kecamatan Dander, Kalitidu, Kedungadem, Ngasem, dan Kecamatan Ngraho. [lus/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar