Peristiwa

Kena Puting Beliung, DPRD Pertanyakan Kualitas Gedung Pemkab Bojonegoro

Bojonegoro (beritajatim.com) – Gedung lantai tujuh kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menjadi salah satu korban bencana hujan lebat disertai angin puting beliung yang terjadi kemarin sore.

Akibat terjangan angin puting beliung itu, tembok gedung mengelupas. Tembok yang mengelupas bahan yang digunakan menggunakan aluminium composite panel, yakni sejenis seng campuran yang dibaut dengan rangka besi dan dilem untuk bagian luar.

Pembangunan gedung Pemkab Bojonegoro tersebut dilakukan pada 2014. Dikerjakan PT Hutama Karya (HK) pada Mei 2015 dengan anggaran sebesar Rp 55 miliar dari APBD 2014 dan Rp 37 miliar dari APBD 2015.

Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Abdullah Umar meminta agar Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya segera membenahi gedung Pemkab berlantai tujuh di jalan Mas Tumapel.

“Dinas yang menangani harus bertanggungjawab dan segera melakukan pembenahan jika masih dalam masa perawatan,” kata Abdullah Umar, Senin (9/12/2019).

Menurutnya, kejadian mengelupasnya dinding gedung Pemkab tersebut tidak hanya terjadi sekali ini. Tetapi, pada 2016 dan 2017 sudah pernah terjadi hal yang sama. Sehingga, pihaknya mempertanyakan kualitas pembangunan gedung Pemkab Bojonegoro tersebut.

“Kita tidak memunafikkan adanya bencana puting beliung yang membuat dinding gedung mengelupas. Tapi di sisi lain, kualitasnya perlu dipertanyakan,” tegas politikus asal Partai Kebangkitan Bangsa ini.

Salah satu warga asal Kecamatan Kalitidu, Warsiman, mengaku takut saat memasuki halaman parkir gedung pemkab saat akan membayar pajak di kantor Bapenda. “Itu masih ada yang menggelantung dan bisa lepas sewaktu-waktu. Takut mengenai orang di bawahnya,” ujar Warsiman sambil mendongak.

Meski disterilkan, pantauan di lapangan memperlihatkan belum ada tindakan apapun setelah adanya angin kencang yang merontokkan dinding gedung itu. [lus/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar