Peristiwa

Demo Omnibus Law

Kembang Api Melayang ke Halaman DPRD Jombang

Jombang (beritajatim.com) – Sejumlah petugas Satpol PP terkaget-kaget saat menjaga demonstrasi mahasiswa menolak Omnibus Law di gedung DPRD Jombang, Jumat (9/10/2020). Mereka melihat kembang api (flare) mendarat di halaman kantor dewan.

Petugas langsung siaga. Mereka menginjak kembang api yang mengeluarkan asap warnah merah itu. Lalu menyirami kembang api yang menyala itu dengan air. Hanya satu flare, tak ada lemparan susulan.

Sementara itu, di luar pagar DPRD, ratusan mahasiswa berbaris memanjang. Mereka adalah aktivis dari PMII, HMI, GMNI, KAMMI, serta BEM. Selain melakukan orasi penolakan UU Omnibus Law, mahasiswa juga membentangkan poster kecaman. Demonstrasi berlangsung kondusif. Petugas dari Polres Jombang siaga di lokasi.

Dalam pernyataan sikapnya, GMNI menolak UU Cipta Kerja dengan menyodorkan sembilan alasan. Di antaranya, UU tersebut dianggap merugikan rakyat kecil. Selain itu, lahirnya aturan tersebut juga sangat minim pelibatan parsipasi publik.

GMNI juga menyebut sejumlah pasal dalam UU Cipta Kerja yang merugikan rakyat. Semisal, pasal 127 UU Cipta Kerja mengenai bank tanah. Kemudian pasal 88 C yang menghapus upah minimum kabupaten/kota.

“Hal tersebut berakibat upah minimum dipukul rata di semua kota dan kabupaten. Padahal ada perbedaan biaya hidup di setiap daerah,” urai Dewan Pimpinan Cabang GMNI Jombang dalam pernyataan tertulisnya. [suf/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar