Peristiwa

Kematian Akibat Covid-19 di Ponorogo Tinggi, Masyarakat Diminta Tingkatkan Prokes

Personel dari BPBD Ponorogo melakukan penguburan pasien Covid-19 beberapa waktu yang lalu. (Foto/dok.beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Pandemi Covid-19 yang melanda negeri ini belum hilang dan malah semakin menjadi-jadi di beberapa daerah. Masyarakat harus sering-sering diingatkan bahwa pandemi corona ini belum berakhir.

Untuk itu, kegiatan yang dilakukan masyarakat, meski dengan alasan pemulihan ekonomi, tetap harus dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Jangan sampai abai terhadap prokes, nanti malah bisa menyesal di kemudian hari. Demikian ditegaskan Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo Agus Pramono.

Kasus Covid-19 di Ponorogo hingga kini masih bertambah, berdasarkan data terakhir dari media sosial Instagram Dinkes Jatim @dinkesjatim, tertanggal 8 Juni 2021, jumlah kasus kumulatif Covid-19 di bumi reyog mencapai 4.220 kasus. Angka kesembuhan mencapai 3.695 orang, pasien Covid-19 yang meninggal ada 431 orang. Ada 94 orang yang tercatat sebagai kasus positif aktif.

Beberapa bulan terakhir, tingkat kematian pasien Covid-19 di Ponorogo pun cukup tinggi. Pada 1 Mei 2021, secara kumulatif kematian Covid-19 tercatat ada 300 orang. Sedangkan pada 31 Mei 2021 ada 399 orang, itu artinya dalam bulan Mei ada 99 orang yang meninggal karena Covid-19. Bulan Juni ini saja, jumlah kematiannya sudah mencapai 28 orang.

“Khusus untuk tingkat kematian, memang agak sedikit lebih tinggi dari pada prosentase Jawa Timur,” kata Agus Pramono mengakui data kematian akibat Covid-19 di Ponorogo, Rabu (9/6/2021).

Agus Pram, sebutan Agus Pramono menyebut, kebanyakan pasien Covid-19 yang meninggal itu komorbit atau adanya penyakit penyerta. Saat ini pihaknya akan melakukan evaluasi untuk menekan penyebaran Covid-19 di bumi reyog.

Selain itu juga tidak pernah lelah untuk selalu mengedukasi kepada masyarakat, untuk mentaati ketentuan yang dicanangkan oleh pemerintah daerah. Dia mencontohkan pemakaman pasien Covid-19 akan disesuaikan dengan prokes pemakaman Covid-19.

Selain itu kegiatan-kegiatan masyarakat harus sesuai prokes. “Solusinya hanya menaati prokes saja. Intinya sepanjang 3 T dan 5 M dilaksanakan, insyallah menekan penularan corona,” katanya.

Untuk itu Ia mengajak masyarakat Ponorogo untuk patuh dan taat terhadap prokes, karena Covid-19 memang belum hilang di Ponorogo.

“Mohon maaf, saya tidak mengatakan tingkat kesadaran masyarakat rendah. Tetapi perlu ditingkatkan untuk memakai masker dan taat prokes. Perhatian kita ini ya bertujuan untuk menekan penyebaran Covid-19,” pungkas Agus yang juga menjabat sebagai Sekda Ponorogo itu. [end/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar