Peristiwa

Kemarau Panjang, Petani Jagung di Mojokerto Khawatir Gagal Panen

Petani jagung di Dusun Kemantren Wetan, Desa Terusan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Para petani jagung di Dusun Kemantren Wetan, Desa Terusan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto khawatir dengan kemarau panjang saat ini. Jika tak turun hujan juga, dikhawatirkan para petani akan mengalami gagal panen.

Salah satu petani jagung, Yudha (44) mengatakan bahwa musim kemarau saat ini cukup lama. “Kemarau kali ini lebih lama. Kurang lebih sudah enam bulan, belum turun hujan juga. Kalau tidak turun hujan, kita khawatir akan berdampak,” ungkapnya, Jumat (18/10/2019).

Masih kata Yudha, bila kemarau masih berlanjut maka dikhawatirkan tanaman jagung miliknya bisa gagal panen lantaran kekurangan air. Hal tersebut menjadi kekhawatiran para petani di Dusun Kemantren Wetan, Desa Terusan, Kecamatan Gedeg.

“Bisa-bisa mengakibatkan bibit jagung berwarna putih, bukannya berwarna hijau pada umumnya. Sehingga mengalami kerusakan dan tidak bisa dijual. Selain itu, kondisi dan tekstur tanah akan mengalami kerusakan dan tidak layak untuk ditanami jagung,” katanya.

Yudha menambahkan, kondisi tanah pecah-pecah dan retak maka sawah tidak bisa dibajak dan ditanami jagung. Sebagian besar para petani di desanya lebih suka menanam tebu, namun ia lebih memilih menanam jagung. “Agar tidak gagal panen, kami bikin sumur bor,” tuturnya. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar