Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Kemacetan di Jalan Pantura Gresik Mulai Terurai

Seorang perwira polisi sedang membagikan nasi bungkus kepada pengemudi truk saat terjadi kemacetan panjang di Jalan Daendels Pantura Gresik.

Gresik (beritajatim.com) – Kemacetan arus lalu lintas di Jalan Daendels Pantura Gresik, akibat amblesnya Jalan Ngaglik di Lamongan, mulai terurai. Meski demikian, sejumlah personil kepolisian terus disiagakan pada titik-titik kemacetan. Khususnya di sepanjang jalur Daendels Pantura Gresik menuju arah Lamongan.

Kasat Lantas Polres Gresik AKP Engkos Sarkosi mengungkapkan beberapa faktor penyebab kemacetan yang terjadi. Khususnya di kawasan jalan Raya Daendels Pantura, mulai dari wilayah Kecamatan Manyar hingga Panceng.

“Imbas jembatan ambles di Lamongan, hampir seluruh kendaraan putar balik dan memilih jalur Daendels Pantura Gresik. Sehingga menumpuk dan terjadi kemacetan,” katanya, Kamis (31/03/2022).

Saat ini kondisi arus lalu lintas berangsur normal. Para petugas tetap disiagakan pada tiga titik utama. Untuk melakukan rekayasa lalin dan mengantisipasi penumpukan kendaraan. Mulai dari pintu tol KLBM (Krian–Legundi–Bunder–Manyar) hingga exit tol Manyar serta pertigaan terminal Bunder.

“Hanya kendaraan roda dua dan roda empat saja yang diperbolehkan melewati jalan Raya Duduksampeyan menuju Lamongan,” kata Engkos.

Alumnus Akpol 2012 itu menyiagakan sejumlah personil dan Polsek jajaran. Sebab, penyebab kemacetan juga muncul dari truk yang mogok. Dampak dari kontur jalan menanjak pada beberapa titik.

“Sementara jalur tersebut juga menjadi pilihan utama truk bermuatan besar yang hendak menuju Tuban dan sekitarnya,” ungkap Engkos.

Pengalihan arus lalu lintas itu, akan terus dilakukan hingga perbaikan jembatan selesai. Bahkan, jika terjadi penumpukan kendaraan, pihaknya akan kembali melakukan rekayasa lalin untuk mengurai kemacetan. [dny/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar