Peristiwa

Keluarga Korban Sriwijaya Air di Ponorogo Ikhlas Agus Minarni Dimakamkan di Kalimantan

Abdul Hanif Majid Amrullah menunjukan foto keluarga besarnya yang juga terdapat M. Nur Kholifatul Amin dan Agus Minarni (foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Korban penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ 182 mulai ditemukan dan diangkat dari dasar laut kepulauan Seribu. Tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Polri juga sudah mengidentifikasi beberapa korban tersebut. Salah satunya adalah Agus Minarni, istri dari M. Nur Kholifatul Amin, laki-laki kelahiran Ponorogo.

“Keluarga di Ponorogo menerima kabar tadi malam (13/1). Jenazah Agus Minarni, istri dari mas Kholif sudah teridentifikasi,” kata Abdul Hanif Majid Amrullah, adik kandung dari M. Nur Kholifatul Amin, saat ditemui awak media di Desa Ngabar Kecamatan Mlarak, Kamis (14/1/2021).

Menurut kabar salah satu saudara yang saat ini berada di Jakarta, jenazah Agus Minarni diidentifikasi melalui sidik jari. Yakni mengidentifikasi jempol kanan pada korban yang bernomor manifes 52 tersebut. Hanif menyebut jika pihak keluarga besar di Kalimantan, menginginkan dimakamkan disana. Sebab, kakaknya dan istri sudah lama berdomisili di pulau Borneo tersebut.

“Keluarga di Ponorogo ikhlas kalau jenazah nantinya dimakamkan di Kalimantan,” katanya.

Rencananya, jenazah Agus Minarni akan diterbangkan ke Kalimantan pada Sabtu (16/1) nanti. Dengan harapan, selama dua hari ini, jenazah sang kakak, M. Nur Kholifatul Amin bisa ditemukan dan teridentifikasi.

“Harapannya jenazah Mas Kholif juga segera ditemukan dan diidentifikasi. Sehingga Sabtu nanti bisa diberangkatkan bersama dengan jenazah istrinya ke Kalimantan. Namun, kalau pun belum ditemukan ya jenazah istrinya tetap diberangkatkan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, salah satu penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di laut sekitar kepulauan Seribu, ada yang berasal dari Ponorogo. Dia adalah M. Nur Kholifatul Amin. Namun, sudah lebih 20 tahun ini, Dia meninggalkan kampung halamannnya di Desa Ngabar Kecamatan Mlarak untuk merantau ke Kabupaten Mempawah Provinsi Kalimantan Barat. Sang istri, Agus Minarni juga ikut dalam penerbangan yang awalnya hilang kontak pada Sabtu (9/1) siang itu. Mereka juga tercatat dalam manifest pesawat naas tersebut.

“Beliau dengan istri ke Ponorogo untuk takziah. Bapak kami meninggal pada bulan Desember tahun lalu,” kata Abdul hanif Majid Amrullah, Senin (11/1/2020).

Hanif menceritakan, rencana awal kakaknya kembali ke Kalimantan pada Senin (4/1). Keluarga di Ponorogo mengantar keduanya ke Madiun, naik kereta api untuk ke Jakarta. Sesampainya di bandara, untuk terbang ke Pontianak harus menunjukkan hasil pemeriksaan PCR.

“Akhirnya tiketnya hangus, karena belum ada persiapan untuk syarat hasil PCR tersebut,” katanya.

Kemudian Nur Kholifatul dan istri melakukan swab untuk pemeriksaan PCR. Hasilnya tidak langsung bisa diketahui, mereka harus menunggu hasil tersebut kurang lebih tiga hari. Selama di Jakarta itu, Hanif menyebut jika kakanya menumpang di rumah temannya. Hingga keluar hasil PCR tersebut, mereka akhirnya bisa berangkat ke Pontianak pada hari Sabtu tersebut.

“Kakak saya itu biasanya tidak pakai Sriwijaya Air. Mungkin hari itu adanya jadwal Jakarta-Pontianak ya Sriwijaya Air itu,” katanya. [end/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim Foto

Air Terjun Telunjuk Raung

Foto-foto Longsor di Ngetos Nganjuk