Peristiwa

Hari ke-3 Pencarian Korban KM 'Berhasil II'

Keluarga Korban Minta Dilakukan Penyelaman di Bangkai Kapal

Sumenep (beritajatim.com) – Hari ketiga pencarian terhadap tiga korban hilang dalam musibah tenggelamnya KM ‘Berhasil II’ di Perairan Giliraja, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, belum membuahkan hasil.

Selain tim gabungan Basarnas, Polair, dan lima polsek, nelayan setempat juga ikut melakukan pencarian. Ada sekitar 50 orang yang ikut melakukan pencarian menggunakan dua kapal dan empat perahu nelayan.

“Jumlah nelayan yang membantu melakukan pencarian hari ini ditambah. Kalau kemarin 40 orang, sekarang 50 orang. Harapannya tentu saja korban bisa lebih cepat diketemukan,” kata Kepala Desa Lobuk, Moh. Saleh, Rabu (17/2/2021).

Pencarian masih dilakukan dengan menyisir di sekitar lokasi tenggelamnya KM ‘Berhasil II’. Pencarian hari ini fokus pada pencarian korban, setelah kemarin gagal mengevakuasi alat tangkap jenis purse seine yang diduga tersangkut ke badan kapal.

“Kemarin para nelayan ini mencoba mengevakuasi jaringnya, dengan harapan menemukan korban di balik jaring itu. Tapi ternyata kemarin kesulitan untuk mengangkat jaring. Akhirnya sekarang fokus dulu ke pencarian korban di sekitar lokasi tenggelamnya kapal,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya mengaku tengah berkoordinasi dengan Polres, BPBD, dan Basarnas, untuk melakukan penyelaman, guna mencari korban di lokasi tenggelamnya KM ‘Berhasil II’. “Kapal tenggelam di lokasi yang cukup dalam. Keluarga korban meminta agar ada upaya penyelaman, karena dikhawatirkan korban yang hilang itu ikut tenggelam bersama kapal,” terangnya.

Kapal Motor (KM) ‘Berhasil II’, tenggelam di selatan Perairan Giliraja, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, akibat cuaca ekstrem. Kapal milik H. Syaiful Hidayat, warga Dusun Tarogan, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, membawa 17 ABK.

Mereka berangkat melaut pada Minggu (14/2/2021) malam. Pada Senin (15/02/2021) jam 3 pagi, perahu dihantam ombak setinggi 3 meter hingga tenggelam. Dari 17 ABK, 14 ditemukan selamat dan telah dievakuasi melalui Pelabuhan Lobuk, Bluto. Sedangkan 3 lainnya masih dalam upaya pencarian

Tiga korban hilang yang masih belum ditemukan adalah Pak Endin, warga Desa Kapedi, kemudian Harun dan Juma’awam, keduanya warga Desa Lobuk Kecamatan Bluto. [tem/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar