Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Keluarga Korban Gantung diri di Polsek Tambaksari Sebut Posisi Bunuh Diri Tidak Wajar

Hari saat ditemukan meninggal dunia gantung diri di grendel pintu.

Surabaya (beritajatim.com) – Walaupun telah menolak otopsi lantaran takut jenazah suaminya Hari (41) dibedah (diedel-edel), Sarofah (38) mengatakan jika posisi suaminya gantung diri dengan tertelungkup tidak masuk akal.

Hal itu disampaikan Sarofah (38) kepada awak media. Walaupun telah menerima jika suaminya dinyatakan bunuh diri karena malu. “Tidak wajar mas, kecuali ada pihak yang kedua yang membantu,” ujar Sarofah.

Sarofah mengatakan, jika dirinya sudah mengikhlaskan kematian suaminya. Walaupun, pihak kerabat Hari masih keberatan dan berencana menuntut polisi dan JM bos tempat Hari bekerja.


“Sebab mas Hari sudah menyerahkan diri ke JM. Sepeda motornya juga sudah disita sebagai ganti rugi mesin yang katanya dicuri. Polisi ya begitu, kenapa teledor suami saya tidak dijaga sehingga bisa gantung diri,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan Beritajatim.com, Sarofah (38) istri dari Hari (41) tersangka pencurian yang gantung diri di Polsek Tambaksari, mengaku tak mendapatkan surat keterangan apapun jika suaminya ditangkap atas kasus pencurian mesin milik bosnya JM. Namun, ia mengaku sempat ke Polsek Tambaksari bersama kedua anaknya untuk menemui Hari namun tidak diperbolehkan oleh petugas dengan alasan belum bisa ditemui.

Saat ditemui awak media, Sarofah menceritakan kronologis suaminya sebelum menyerahkan diri ke bosnya JM karena mencuri mesin. Menurut Sarofah, Hari sama sekali tak memberi kabar sejak Senin (29/08/2022).

“Bilangnya kerja, hari Senin itu ternyata tidak masuk kerja. Saya tahu dari temannya yang kerumah. Ta tunggu sampai hari Rabu malam itu sms saya,” ujar Sarofah. (ang/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar