Peristiwa

Keluar Jumat Malam, Warga Sidoarjo Korban Diduga Pembunuhan Bawa Sepeda Motor

Proses evakuasi korban pembunuhan di area persawahan Desa Tinggar Buntut, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Korban dugaan pembunuhan yang mayatnya ditemukan di area persawahan Desa Tinggar Buntut, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto diketahui meninggalkan rumah, sehari sebelum ditemukan menjadi mayat. Korban Muhammad Ridwan (38) pergi dari rumah membawa sepeda motor.

Korban yang diketahui merupakan warga Desa Singkalan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Mojokerto ini, pamit berangkat kerja ke pabrik sosis di Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo pada, Jumat (12/6/2020). Korban mengendarai sepeda motor Honda Vario hitam nopol W 6078 sekira pukul 22.00 WIB.

Hal tersebut disampaikan istri korban, Pidarotul Mufarikah. Istri korban memberikan keterangan jika korban masuk malam saat itu. Jika shift malam maka masuk pukul 23.00 WIB dan korban akan pulang keesokan harinya sekira pukul 08.00 WIB. Namun istri korban keesokan harinya, Sabtu (13/6/2020) tidak bisa menghubungi korban.

Beberapa kali, istri korban mencoba menghubungi lewat Handphone (HP) namun dalam keadaan tidak aktif atau di luar jangkauan. Saat pamit berangkat kerja, korban hanya seorang diri dan istri korban tidak mengetahui apakah suami punya masalah dengan orang lain.

Korban diketahui merupakan orang yang pendiam dan jarang bergaul dengan warga sekitar rumahnya. Setelah pulang dari kerja di pabrik sosis, bapak satu anak berinisial MDA (4) tersebut lebih pilih berdiam diri di rumah untuk istirahat. Hal tersebut disampaikan Kapolsek Bangsal, AKP Sulianto.

“Korban merupakan karyawan pabrik sosis di Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo. Korban sudah berkeluarga dan punya satu anak. Identitas korban ditemukan di saku celana belakang kanan, ada uang sama kartu identitas lainnya,” ungkapnya, Minggu (14/62020).

Dari pengakuan istri korban, korban pamit berangkat mengendarai sepeda motor Honda Vario hitam nopol W 6078 S, namun saat ditemukan dalam keadaan tak bernyawa, sepeda motor tersebut tidak ada di lokasi. Tak hanya itu, lanjut Kapolsek, HP milik korban juga tidak ada.

Proses evakuasi korban pembunuhan di area persawahan Desa Tinggar Buntut, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]
“Sepeda motor dan HP milik korban tidak ada di lokasi penemuan mayat. Berdasarkan keterangan istri korban, korban jarang keluar rumah. Keterangan sementara dari petugas medis, korban mengalami luka tusuk sehingga usus terburai keluar karena tekanan gas dari dalam tubuhnya. Kami tidak menemukan luka lain,” katanya.

Masih kata Kapolsek, lokasi penemuan mayat korban berjarak sekitar 450 meter dari pemukiman warga Desa Tinggar Buntut, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Pihaknya menduga, lokasi penemuan mayat tersebut buka merupakan lokasi pembunuhan karena lokasi penemuan mayat merupakan Tanah Kas Desa (TKD) Tinggar Buntut atau tanah bengkok.

“Dimungkinkan tidak di situ pembunuhannya. Kalau bukan orang sekitar tidak mungkin orang tahu lewat sana. Kami belum memastikan pelaku membuang korban pakai motor apa tidak. Namun petugas Satreskrim Polres Mojokerto masih melakukan penyelidikan,” pungkasnya.

Dari lokasi penemuan mayat, petugas mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, uang tunai sebesar Rp261 ribu, carger HP, STNK Motor Nopol W 6078 BE serta sejumlah kartu identitas korban dan keluarganya. Tak hanya itu, di tubuh korban, petugas juga temukan bolpoin dan pakaian lengkap korban.

Berdasarkan hasil visum luar mayat korban, petugas medis hanya menemukan luka robek pada perut korban. Namun untuk mengungkap penyebab tewasnya korban, jenazah korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, Kabupaten Sidoarjo. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar