Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Keluar dari Rumah Sakit, Nenek 69 Tahun Malah Jadi Korban Gendam di Surabaya

Pinarsih, korban gendam melapor ke Polisi

Surabaya (beritajatim.com) – Pinarsih (69) menjadi korban kejahatan gendam saat hendak pulang ke rumah dari rumah sakit. Warga Jalan Manukan Lor Surabaya itu terpaksa mengalami kerugian mencapai Rp10,6 juta.

Insiden ini dialami Pinarsih pada Kamis (14/4/2022) sekitar pukul 12.o0 WIB. Waktu itu, dia sedang keluar dari RSUD Bhakti Dharma Husada usai menjalani pemeriksaan kesehatan rutin.

Pinarsih mengaku didatangi dua pelaku, laki-laki dan perempuan, ketika sedang mengantre di depan Poli Mata RSUD BDH. Pelaku pria yang dia perkirakan berusia sekitar 40 tahunan mengajak Pinarsih mengobrol dan sempat bertanya soal penyakitnya.

“Saya terus dijejali pertanyaan yang mengarahkan saya untuk mengiyakan apa yang disampaikan oleh laki-laki itu,” ucapnya, Kamis (21/04/2022).

Saat mengobrol, datang pelaku perempuan yang tampak lebih muda dan ikut dalam perbincangan. Pelaku perempuan tersebut bercerita sedang ada masalah di pernikahannya.

Seperti sudah direncanakan, pelaku laki-laki bermodus seperti orang pintar yang mampu menyelesaikan masalah dengan air dan doa.

“Pelaku yang laki-laki tersebut seolah-olah langsung bilang dapat menyelesaikan masalah perempuan itu dengan mendoakan, saya lalu disuruh beli air keluar. Karena kasihan ya saya beli di kantin terus saya kasihkan lagi,” kata dia.

Usai membelikan air, pelaku lantas membacakan doa dan menyuruh pelaku perempuan dan Pinarsih meminum air tersebut. Saat itu Pinarsih hanya merasakan bingung lantaran merasa menurut saja ketika disuruh meminum air yang diberikan pelaku.

“Kemudian pelaku laki-laki itu membacakan doa pada air mineral yang saya beli itu dan menyuruh meminumnya. Selanjutnya saya diminta mengambil air wudhu di kamar mandi,” tegasnya.

Di kamar mandi inilah, menurut Pinarsih, kedua pelaku itu mempreteli perhiasan emas miliknya. Terdiri 4 cincin dan 2 gelang dengan berat kurang lebih 15 gram serta mengambil uang di dalam dompetnya sejumlah Rp1,3 juta.

“Perhiasan emas dan uang milik saya kelihatannya dimasukkan pada tas kecil terus saya kayak orang bingung, mereka membaca doa dan menyerahkan kembali tas kecil dengan model yang sama,” bebernya.

Sesampai di rumah, bukannya perhiasan yang berada di tas melainkan sejumlah batu yang diberi wewangian. Atas kejadian ini, Pinarsih lantas melaporkan kejadian ini ke Polsek Benowo.

Dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Benowo, Ipda Eddy Kris membenarkan kejadian tersebut. pihaknya saat ini telah melakukan penyelidikan untuk menangkao pelaku.

“iya benar ada laporan. Masih kita dalami ya mas mohon bersabar semoga pelaku tertangkap,” pungkasnya. (ang/beq)


Apa Reaksi Anda?

Komentar