Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Kelompok Aliran Sesat di Winorejo Sebelumnya Pernah Tinggal di Purwosari Pasuruan

Bangunan warung makan itu terletak di pinggir jalan raya Pasuruan - Malang di Desa Cobanblimbing Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan.

Pasuruan (beritajatim.com) – Adanya kelompok ajaran sesat di Kabupaten Pasuruan saat ini menempati bekas warung makan. Bangunan warung makan itu terletak di pinggir jalan raya Pasuruan – Malang di Desa Cobanblimbing Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan.

Kapolsek Wonorejo, AKP Sumaryanto menjelaskan jika bangunan tersebut dulunya terkenal dengan nama warung ‘Family’. Namun berdasarkan pantauan, plat nama warung makan tersebut berganti nama menjadi warung sate bali bul.

“Anggota kelompok tersebut saat ini berada di tempat bekas warung makan di jalan raya Pasuruan – Malang di Desa Cobanblimbing Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan. Kita datangi tempat berkumpul mereka dan itu bekas warung Family,” ujar Sumaryanto.

Diduga warung makan tersebut merupakan milik salah satu anggota kelompok aliran sesat. Kelompok aliran yang tidak percaya nabi Muhammad sebagai Rasul itu diperkirakan telah menempati warung makan tersebut selama sekitar satu bulan.

Sumaryanto juga menambahkan terduga kelompok aliran sesat ini ternyata pernah berpindah-pindah tempat. Sebelum menempati warung makan ‘Family’ di pinggir jalan raya Wonorejo, diduga kelompok aliran menyimpang dari ajaran islam itu pernah tinggal di Kecamatan Purwosari.

Manurut data yang dihimpun, diduga ada sekitar belasan anggota kelompok aliran sesat yang berada di Purwosari. Namun, enam orang diantara berpindah ke warung makan Family.

“Awalnya anggota diduga kelompok aliran sesat itu beraktivitas di warung Langgeng, desa Polorejo Kelurahan Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Diperkirakan dua bulan ada di Purwosari, baru saat ini pindah di Wonorejo,” lanjut ya

Sumaryanto menyatakan jika kini pihaknya hanya bisa melakukan pemantauan. Pihaknya masih menunggu keputusan lebih lanjut dari rapat MUI Kabupaten Pasuruan yang rencananya digelar hari ini, Senin (16/05/2022).

“Kalau laporan resmi kami belum ada. Sementara kami lakukan lidik terkait fakta-fakta dan melakukan pemantauan untuk memastikan mereka tidak pergi sebelum dirapatkan tim MUI, ” pungkasnya. (ada/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar