Peristiwa

Kekeringan, Petani Jagung di Mojokerto Bangun Sumur Bor

Petani jagung di Dusun Kemantren Wetan, Desa Terusan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto membuat sumur bor. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Kemarau panjang membuat para petani di Dusun Kemantren Wetan, Desa Terusan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto harus memutar otak agar bisa mengairi sawah. Alhasil, para petani membuat sumur bor untuk mendapatkan air berbahan gas LPG.

Salah satu petani jagung, Fathoni (47) mengatakan, untuk mengairi lahan jagung miliknya dengan luas 1 setengah hektar, ia harus membuat sumur bor dengan kedalaman 24 meter. Untuk membuat sumur biru, ia membutuhkan pipa sebanyak 27 buah dan tabung LPG.

“Kalau pakai bahan bakar minyak bisa habis Rp50 ribu perhari, sedangkan menggunakan LPG cukup Rp30 ribu untuk dua tabung. Itupun tiga hari digunakan masih sisa, total biaya yang dihabiskan untuk membuat sumur bor sekitar Rp1,5 juta lebih,” katanya.

Dengan rincian pembelian bahan baku sekitar Rp700 ribu dan biaya pembangunan sekitar Rp900 ribu. Fathoni juga membutuhkan tenaga kerja sebanyak tiga orang untuk mengerjakan sumur tersebut. Mulai pengeboran hingga pemasangan jaringan pipa.

“Panjang sambungan pipa dalam sumur bor ini mencapai 48 meter. Bisa mengairi lahan jagung sebanyak 3 petak sawah. Agar tidak rugi, bangun 4 titik sedangkan idealnya sebanyak 6 titik. Pembangunan sumur kami lakukan secara swadaya,” jelasnya.

Masih kata Fathoni, hingga kini belum ada bantuan dari pemerintahan setempat terkait bantuan air untuk pengairan sawah. Para petani hanya bisa berharap hujan cepat turun sehingga tanaman jagung milik mereka bisa subur.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar