Peristiwa

Kekeringan Landa 13 Kecamatan di Bangkalan

Kekeringan di Desa Panyaksagan, Kecamatan Klampis.

Bangkalan (beritajatim.com) – Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Bangkalan, Madura. Mulai melakukan maping dan kesiapan penanganan bencana kekeringan. Sebab, anggaran bantuan air bersih 2020 ini menyusut karena dialihkan refocusing untuk penaganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Kepala BPBD setempat, Rizal Moris mengatakan, anggaran bantuan air bersih yang semula Rp 150 juta dipangkas menjadi Rp 87 juta. Padahal, jumlah desa terdampak bertambah dibandingkan tahun 2019 lalu.

“Anggaran terkena refocusing Covid-19. Sehingga berkurang menjadi Rp 87 juta. Padahal, terjadi peningkatan jumlah desa terdampak kekeringan,” tuturnya, Selasa (14/7/2020).

Rizal menambahkan, meski anggaran menurun, pihaknya tidak bingung jika nantinya terjadi kekurangan dana. Sebab, tambahan anggaran bisa diajukan melalui Belanja Tak Terduga (BTT) dari Provinsi Jawa Timur.

“Dari Provinsi bisa mengajukan BTT. Tahun kemarin juga kami anggarkan, sehingga total anggaran air bersih sebanyak Rp 200 jutaan yang bersumber dari APBD sebanyak Rp 150 juta dan sisanya dari BTT,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, jumlah penambahan daerah terdampak bencana kekeringan yakni di Desa Sukolilo Barat dan Desa Baengas, Kecamatan Labang. Sehingga, jumlah desa yang mengalami kekeringan menjadi 85 desa dari 13 Kecamatan. [sar/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar