Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Kejari Mojokerto Kembalikan SPDP Kasus Uang Baru

Kasat Reskrim Polresta Mojokerto, AKP Rizki Santoso.

Mojokerto (beritajatim.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto mengembalikan berkas Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus uang baru Rp3,73 miliar lantaran penyidik Satreskrim Polresta Mojokerto tak kunjung mengirimkan berkas perkara. Namun Polresta Mojokerto akan mengusut tuntas.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota, AKP Rizki Santoso mengakui, jika selama ini pihaknya terkendala alat bukti sehingga sampai dua bulan lebih sejak SPDP dikirim ke Kejari Kabupaten Mojokerto, tim penyidik belum mengirim berkas perkara.

“Sementara kita memang terkendala melengkapi alat bukti,” ungkapnya, Sabtu (2/7/2022).

Sehingga, lanjut Kasat, pihaknya belum mengirim berkas ke Kejari Kabupaten Mojokerto. Menurutnya, kasus tersebut merupakan pertama kali di Indonesia dan belum ada kasus serupa yang ditangani pihak kepolisian. Sehingga pihaknya terpacu mengusut tuntas dan meneruskan proses penyidikan dan akan memperbarui SPDP.

“Kita masih berupaya, tetap masih sidik, nanti SPDP kita perbarui lagi. Semoga nanti ada titik terang. Pasti akan kita beri kepastian hukum (terhadap terlapor JRS), unsur pidananya terpenuhi atau nggak? Ya harapan kita tetap, kita lanjutkan. Belum ada tersangka. Terkait SP3, bisa jadi jika sudah terpaksa atau angkat tangan akan di SP3 untuk kepastian hukum. Tapi sejauh ini kita masih yakin (ada unsur pidana),” tegasnya.

Sebelumnya, anggota Satreskrim Polres Mojokerto Kota mengamankan dua mobil jenis Daihatsu Grandmax dan Mitsubishi Pajero saat berhenti di dekat exit Gerbang Tol Mojokerto Barat (Mobar), Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Dari kedua kendaraan tengah bertransaksi uang baru senilai Rp5 milyar.

Penangkapan bermula dari patroli rutin yang digelar anggota Satsabhara Polresta Mojokerto. Petugas mencurigai keberadaan Grand Max nopol D 8348 EY warna putih yang berhenti jalan gelap di exit Gerbang Tol Mobar pada, Jumat (8/4/2022) sekitar pukul 01.00. Petugas yang curiga mendatangi kedua kendaraan tersebut.

Saat dilakukan pengecekan, ada lima orang dari dua mobil tersebut sedang mengangkat plastik warna putih berisi uang baru. Tumpukan uang baru senilai Rp5 miliar ada di dalam mobil yang dikendarai JE (29) warga Sidoarjo bersama empat kawannya. Selain kelimanya, terdapat pula seorang pengemudi mobil Mitsubishi Pajero Sport nopol S 1210 XE.

Petugas kemudian mengamankan lima orang beserta uang senilai Rp5 milyar yang masih bersegel Bank Indonesia lantaran diduga telah menyalahi Standar Operating Procedure (SOP) penukaran uang baru. Uang baru tersebut dalam bentuk pecahan Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000 serta Rp20.000. [tin/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar