Peristiwa

Kejari Kota Mojokerto Canangkan Zona Integrasi Menuju WBK dan WBBM

Mojokerto (beritajatim.com) – Apel pencanangan komitmen bersama pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto, Rabu (30/1/2019).

Kegiatan yang digelar di halaman Kajari Kota Mojokerto Jalan By Pass, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Penandatangan bersama jajaran dan pelepasan burung dara menjadi bentuk keseriusan Kejari Kota Mojokerto dalam mewujudkan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM.

Kepala Kejari Kota Mojokerto, Halila Rama Purnama mengatakan, tahun 2018 ada 13 kejaksaan atau satuan kerja di lingkungan Kejaksaan RI yang sudah mendapat predikat Zona Intergritas menuju WBK dan WBWM. “Pertama, area perubahan terkait manajemen perubahan,” ungkapnya.

Masih kata Kajari, pihaknya berkomitmen dan semua pegawai sudah menandatangani bersama untuk menjadi satuan kerja masuk dalam WBK menuju WBBM. Di 2018 ada dua yang mendapatkan predikat WBK dan WBBM yakni Kejari Surabaya dan Kejari Situbondo.

“Tahun ini, amanat pimpinan kita diminta untuk masuk dalam salah satu satuan kerja di Kejaksaan Tinggi Jatim dalam zona integritas, WBK dan WBBM. Jumlah belum tahu tapi untuk Kejari Kota Mojokerto siap. Kita sudah sampaikan kepada pegawai sebelum komitmen bersama,” katanya.

Kajari menambahkan, yang ingin dibangun adalah solidaritas dari semua dan melakukan konsolidasi dan optimalisasi kepada semua bidang di Kejari Kota Mojokerto. Salah satunya dengan menerapkan sistem informasi yang terintegrasi untuk wilayah Kejari Kota Mojokerto antar bidang (simok).

“Juga pembenahan kantor sedang dilakukan, karena Kejari Kota Mojokerto baru terbentuk dua tahun lalu. Insya Allah dengan jiwa muda dan semangat yang luar biasa dari semua, amanah yang diinginkan pimpinan dan seluruh masyarakat Kota Mojokerto, semua bisa tercapai,” tuturnya.

Kajari menegaskan, pihaknya juga memerlukan dukungan semua elemen masyarakat di Kota Mojokerto karena yang paling utama nanti adalah public trust dari seluruh lapisan masyarakat Kota Mojokerto. Ada enam yang menjadi titik fokus Kejari Kota Mojokerto.

Yakni manajemen perubahan, tata laksana, manajemen Sumber Daya Manusia (SDM), akuntabilitas, pengawasan dan pelayanan publik.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar