Peristiwa

Keinginan Jamaah Haji, Menpora: Rumah Barokah Penting Bagi Pasutri

Menteri Pemuda dan Olah Raga, Imam Nahrawi, saat hendak meninggalkan Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Jatim, Senin (19/8/2019).

Surabaya (beritajatim.com) – Menteri Pemuda dan Olahraga (Mempora), Imam Nahrawi, akhirnya tiba di Indonesia usai menjalani Ibadah Haji, Senin (19/8/2019). Imam yang tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya ini tampak segar dan mengajak bercanda Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) serta berfoto bersama.

Usai menjalani pemeriksaan keimigrasian, Imam Nahrawi langsung memeriksakan kesehatannya menggunakan scaning suhu. Menpora sendiri pulang mengisi kursi kosong kloter enam agar bisa pulang lebih awal. Sementara sang istri tak tampak mendampingi Imam dan ditinggal lantaran harus melanjutkan kerja mengabdi negara. “Alhamdulillah sudah sampai di Tanah Air dan setiap tahun pelayanan haji selalu membaik. Terlihat tahun ini saya rasakan baik dari pelayanan, penginapan dan makananya,” ujar Imam.

Menurut Imam, pemerintah perlu memperhatikan beberapa hal, diantaranya soal penginapan dan sanitasi atau fasilitas toilet. Untuk penginapan sendiri, lanjutnya, perlu adanya fasilitas rumah barokah kamar untuk pasutri. Sebab menurutnya, hal itu ia dengar dari beberapa haji mengharapkan demikian.

“Menurut saya rumah barokah itu penting dipikirkan. Agar tidak terjadi sesuatu di luar keinginan kita bersama-sama dan apapun rumah barokah menjadi keinginan jamaah yang sudah berkeluarga,” lanjutnya.

“Saya melihat ada kegelisahan terhadap para jemaah (pasutri) akan hal ini. Ini bukan hal main-main, meski ada jemah yang malu-malu akan hal ini,” tandasnya.

Sementara itu, keluhan akan kekurangan fasilitas sanitasi atau kamar mandi juga menjadi perhatian menteri asli keturunan darah Madura ini.

Menurutnya, kondisi ini menjadikan para jemaah harus mengantri panjang dan cukup lama untuk melakukan aktivitas mandi, mencuci dan juga membuang air. Oleh sebab itu, melalui Kementerian Agama, nantinya diharapkan bisa berkomunikasi ke pemerintah Arab Saudi supaya bisa menanggapi keluhan ini. (man/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar