Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Kehabisan Solar, Nelayan Pasuruan Terpaksa Tak Melaut

Pasuruan (beritajatim.com) – Sampai saat ini solar di Kota bahkan di Kabupaten Pasuruan masih langkah. Langkanya solar ini juga berdampak pada keberlangsungan mata pencaharian para nelayan di Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.

Solar menjadi bahan bakar utama agar mesin kapal-kapal mereka tetap hidup. Kelangkaan solar membuat sejumlah nelayan di Pasuruan gagal melaut.

Menurut seorang nelayan, Udin, kelangkaan solar sudah dirasakannya sejak satu minggu terakhir. Demi tetap bisa melaut, dirinya harus beradu cepat dengan nelayan dan para supir truk lain untuk bisa antri solar di SPBU.

Jika nelayan asal desa Kalirejo, Kecamatan Kraton ini telat, maka perahunya terpaksa harus tetap bersandar di dermaga. Selain itu pembelian solar juga dibatasi dengan jam-jam tertentu.

“Sulit banget cari solar. Di batasi jam juga kalau mau beli solar. Kalau kelewat jamnya atau antrinya kelamaan ya nggak dikasih,” ujar Udin.

Selain dibatasi waktu, di sejumlah SPBU juga melakukan pembatasan jumlah pembelian solar bagi para nelayan. Pembatasan ini memberatkan para nelayan karena mereka butuh bbm solar dalam jumlah banyak tiap bulannya.

Menurut nelayan Khoirul, para nelayan juga diharuskan membawa syarat berkas-berkas tertentu agar bisa dapat solar. “Kita kan belinya banyak pakai jirigen dan drum, jadi harus bawa surat keterangam dari kelurahan,” tutupnya. (ada/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar