Peristiwa

Kehabisan Elpiji, Dapur Umum Tagana Jember Bakal Pakai Kayu Bakar

Jember (beritajatim.com) – Ketiadaan anggaran membuat Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang berada di bawah naungan Dinas Sosial Kabupaten Jember, Jawa Timur, kesulitan memaksimalkan pelayanan untuk korban banjir di dapur umum Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo.

Kabar terakhir dari dapur umum tersebut, tersisa dua tabung gas elpiji masing-masing seberat 12 kilogram untuk kebutuhan memasak nasi bagi korban banjir dan relawan, Sabtu (16/1/2021). Diperkirakan tabung itu hanya bertahan sampai besok pagi. “Kami butuh 10 tabung gas per hari. Ini kebutuhan mendasar. Bahan baku yang mau dimasak ada, tapi pasokan gas ini yang tersendat,” kata Koordinator Tagana Rudi Dwi Wanto.

Dapur umum Tagana sudah dibuka sejak hari pertama terjadinya banjir awal pekan ini. Semula dapur umum dipusatkan di Pusat Pengendalian Operasi Tagana di Kecamatan Kaliwates. Namun setelah banjir di Wonoasri semakin besar, dapur umum dibuka di sana kemarin.

“Kembali lagi masalahnya pada anggaran. Kami berani buka dapur umum ini karena ada dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” kata Rudi. Namun ia sadar tak bisa bergantung pada pemprov seterusnya.

Dapur umum Tagana di Wonoasri bisa memproduksi 7.500 nasi bungkus, dengan asumsi 2.500 bungkus per sekali pasokan. Namun karena mengirit bahan baku, menurut Sekretaris Tagana M. Nur Kholis, mereka hanya bisa memasak dua kali. Bagaimana jika kemudian gas habis malam ini? “Ya terpaksa memotong pohon buat kayu bakar, Mas,” kata Kholis.

Rudi sempat menanyakan masalah anggaran ini kepada Dinsos Jember. “Tapi kembali lagi masalah anggaran,” katanya. [wir/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar