Peristiwa

KEE Ujungpangkah Gresik Diusulkan Jadi Situs Ramsar Dunia

Gresik (beritajatim.com)- Kawasan Ekosistem Essensial (KEE) Ujungpangkah Gresik diusulkan menjadi situs ramsar dunia. Usulan ini disampaikan Kementrian Lingkungan Hidul dan Kehutanan (KLHK) serta Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE).

Sebelumnya, salah satu KEE yang kini menjadi tempat pembudidayaan hutan mangrove. Yakni, Banyuurip Mangrove Centre (BMC) dipilih sebagai tempat Hari Lahan Basah se-dunia tahun 2021 atau yang populer dengan World Wetlands Day.

Penunjukkan KEE Ujungpangkah merupakan pertama kalinya di Indonesia bahwa kawasan yang berada di luar kawasan konservasi diusulkan menjadi situs yang diakui secara internasional. Situs Ramsar merupakan kawasan yang ditetapkan untuk melindungi kelestarian dan fungsi lahan basah di dunia.

Situs ini merupakan wujud komitmen Indonesia terhadap Konvensi Ramsar yang mengikat untuk konservasi dam pemanfaatan lahan basah secara berkelanjutan. KEE Ujungpangkah secara administratif, berada di tiga desa wilayah ring satu operasional Saka Indonesia Pangkah Limited (PGN SaKa) yaitu Desa Banyuurip, Desa Pangkahkulon, dan Desa Pangkahwetan.

Sejak 2014, PGN Saka bersama beberapa pihak lain melakukan pemulihan dan perluasan mangrove di Kecamatan Ujungpangkah. Gugusan mangrove di Desa Pangkahwetan, Pangkahkulon, dan Banyuurip sendiri saat ini telah ditetapkan oleh Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) oleh Pemprov Jatim melalui SK Gubernur Jawa Timur nomor 188/233/KPTS/013/2020 dengan luas area 1.554,27 hektar.

Dirjen KSDAE Wiratno menuturkan, KEE Ujungpangkah merupakan muara Sungai Bengawan Solo, sehingga lokasi ini kaya dengan sumber daya alam yang penting bagi sejumlah jenis burung air maupun biota laut.

“Kawasan ini kaya akan sumber pakan baik bagi burung maupun biota laut, selain itu juga memiliki potensi keanekaragaman hayati yang melimpah seperti 17 jenis mangrove, 72 jenis burung baik penetap maupun burung migran seperti burung pelikan Australia,” tuturnya, Senin (7/06/2021).

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik M Najikh mengatakan, Pemda Gresik terus mendorong agar KEE Ujungpangkah bisa menjadi bagian penting dalam pelestarian hayati yang ada di Indonesia karena mampu meminimalisir polusi udara.

“Kami bangga dengan dipilihnya Ujungpangkah sebagai KEE. Untuk itu, silakan investasi sebesar-sebarnya di Gresik. Karena kehadiran KEE Ujungpangkah menghasilkan oksigen sehat sebagai penyeimbang karbondioksida pabrik,” ujarnya.

Ketua Kelompok Pelestari Mangrove dan Lingkungan Banyuurip (KPMLB), Abdul Mughni merasa bangga Desa Banyuurip terpilih sebagai lokasi puncak peringatan hari lahan basah sekaligus diusulkan sebagai situs ramsar dunia.

“Pusat pembibitan tanaman mangrove tidak lepas dari peran PGN Saka. Lewat pendampingan dan pembinaan yang intensif kepada kelompok lingkungan dari nelayan akhirnya kami saat bisa memiliki pusat pembibitan mangrove,” ungkapnya.

External and Government Relation PGN Saka Subali mengatakan, komitmen PGN Saka dalam aktivitas usaha berwawasan lingkungan tak perlu diragukan lagi. Pasalnya, pihaknya selalu menerapkan program yang berintegrasi ekonomi, ekologi dan sosial budaya dalam kegiatan usahanya.”Jadi tidak hanya profit oriented, namun kita punya kesadaran penuh dan bertanggungjawab atas keberlanjutan lingkungan hidup,” katanya.

Hal senada jug dikemukakan Penanggungjawab program CSR PGN Saka, Endro Probo menuturkan, terpilihnya KEE Ujungpangkah di Desa Banyuurip, Pangkahkulon dan Pangkahwetan sebagai situs ramsar dunia menunjukkan pengakuan dari pihak luar atas pendampingan PGN SaKa terhadap masyakat sekitar wilayah operasi di Ujungpangkah.

“PGN Saka senantiasa berkomitmen memberikan dampak positif kepada masyarakat sekitar melalui program pengembangan masyarakat, harapannya seluruh elemen masyarakat khususnya nelayan bisa memahami pentingnya menjaga lingkungan,” paparnya. [dny/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar