Peristiwa

Kecelakaan di Surabaya Bisa Langsung dapat Santunan

Pihak rumah sakit, kepolisian, Jasa Raharja dan pemerintah Kota Surabaya menandatangani perjanjian Trafic Accident Claim System (TASC) di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (22/1/2020). (Manik priyo prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Kini Kota Surabaya kembali membuat terobosan untuk pelayanan masyarakat. Terobosan baru yang dinamakan Trafic Accident Claim System (TASC) ini diluncurkan oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho di Mapolrestabes Surabaya.

Peluncuran juga dihadiri oleh sejumlah perwakilan rumah sakit, Pemerintah Kota Surabaya dan Jasa Raharja. Dalam peluncuran ini Kapolrestabes Surabaya menyebutkan bahwa masyarakat harus mendapatkan pelayanan secepat mungkin.

“Ini adalah jamanya teknologi berbasis 4.0, sehingga pelayanan harus cepat supaya tak ada lagi antrian menumpuk di kantor. Terlebih pelayanan ini bisa membantu orang kesusahan, sehingga diharapkan semua rumah sakit nantinya bisa bersinergi,” katanya, Rabu (22/1/2020).

Seperti yang dijelaskan Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Teddy Candra. Sejauh ini baru ada dua rumah sakit yang memberikan suport pelayanan kecelakaan yang bisa dijamin oleh Jasa Raharja. Kedua RS tersebut yakni RS Soewandi dan RS Bhayangkara.

“Kami harapkan kedepan bisa mengajak seluruh RS di Kota Surabaya. Supaya masyarakat yang jadi korban kecelakaan bisa langsung memberikan pelayanan dan bea pelayanan kesehatan korban bisa langsung dibayar oleh Jasa Raharja,” paparnya.

Lebih lanjut Teddy menjelaskan, masyarakat cukup mengunggah aplikasi Jogo Suroboyo untuk membuat laporan kecelakaan secara elektrik. Setelah itu, pihak kepolisian akan menerima laporan kecelakaan dan data korban di rumah sakit. Usai pihak kepolisian membuat data laporan kecelakaan, kepolisian akan mengirim data tersebut ke pelayanan Jasa Raharja.

“Nah dari situ pihak Jasa Raharja yang akan menenukan apakah korban bisa dapat pelayana pembayaran bea kecelakaan. Jika iya pasti saat itu juga korban kecelakaan tak perlu bayar bea rumah sakit,” tandasnya.

Sementara dari pihak Jasa Raharja menjelaskan, adanya TASC ini mempermudah pelayana dan mempercepat pelayanan klaim santunan. Hanya saja tak semua kecelakaan dapat santunan dari Jasa Raharja. Kepala Kantor Jasaraharja Surabaya, I Wayan Pica menjelaskan, santuna diberikan jika kecelakaan sesuai dengan UU pasal 33 dan 34 Tahum 1964.

“Santunan yang ada dikarenakan korban terjadi kecelakaan yang diakibatkan oleh kendaraan atau pengguna kendaraan lain. Dengan kata lain korban begal yang mengalami kecelakaan itu juga memiliki hak untuk santunan,” jelasnya kepada beritajatim.com saat peluncuran Trafic Accident Claim System (TASC) di Mapolrestabes Surabaya.

I Wayan Pica juga menjelaskan, santunanyang diberikan Jasaraharja hanyalah santunan kecelakaan. Hal itu sesuai yang tertera pada UU no 33 dan 34 tahun 1964. Dalam aturan tersebut terdapat bunyi bawahsanya semua korban kecelakaan yang disebabkan oleh oranglain dan atau kendaraan lain bisa dijamin.

Seperti yang dijelaskan, selama ini pihak korban kecelakaan bisa memperoleh jaminan. Menurut UU, jaminan kecelakaan terdiri dari jaminan transportasi ambulan sebesar Rp 500 ribu, jaminan rawat UGD sebesar Rp 1 juta dan jaminan rawat inap sebesar Rp 20 juta. Dan jaminan kematian Rp 50 juta serta jaminan pemakaman jika tak ada ahli waris sebesar Rp 4 Juta. Jaminan tersebut adalah nomonal terbanyak sesuai kebutuhan pendanaan di rumah sakit.(man/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar