Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Kecamatan Poncol dan Plaosan Magetan Rawan Longsor

Tanah Longsor

Magetan (beritajatim.com) Upaya memberikan peringatan dini bencana longsor dilakukan dengan berbagai macam studi. Khususnya di Magetan ada empat desa yang sudah memiliki early warning system (EWS) yang kin dalam kondisi prima. Yakni Desa Gonggang Poncol, Desa Dadi, Desa Ngancar, Kelurahan Sarangan Plaosan, dan Desa Genilangit.

Keempat desa tersebut dinilai memiliki potensi longsor yang cukup besar. ‘’Kami mengacu pada register bencana tiap tahunnya,’’ terang Suparman Kasi Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Magetan.

Bahkan, untuk daerah akses menuju kawasan wisata di Magetan pun juga tak luput dari ancaman longsor. Yakni Desa Ngancar Plaosan dan Desa Genilangit di Poncol. Di Desa Ngancar, tebing di pinggir jalan tembus Cemoro Sewu.

Sarangan mengancam pengguna jalan dan menutup akses. Begitupun dengan di Desa Genilangit, khususnya jalan menuju Dusun Wonomulyo. ‘’Sempat dua kali terjadi longsor, dan menyebabkan satu dusun terisolasi selama sehari,’’ terangnya.

Tebing di kawasan menuju Dukuh Wonomulyo, desa setempat itu memang terpantau rawan longsor. Material material di sana mudah longsor karena tanah yang cukup gembur. Sebenarnya, masih ada pepohonan yang bisa menahan tanah yang gembur. Namun, karena adanya saluran air, tanah jadi lebih mudah jenuh air sehingga bisa longsor kapan saja. ”Sebenarnya berbahaya bagi pengguna jalan,” katanya.

Dia menyebut kalau benar benar terjadi longsor, maka Dukuh Wonomulyo akan kembali terisolasi. Medan yang sulit membuat petugas kesusahan menyingkirkan material longsoran. Hanya ada satu jalan saja untuk menuju Wonomulyo.

Kawasan Dukuh Wonomulyo, Desa Genilangit, Poncol, Magetan Jawa Timur yang termasuk kawasan rawan longsor dan dipasang sistem peringatan dini bencana longsor. (Foto:Fatihah Ibnu Fiqri)

Selebihnya, hanya jalan setapak yang memutar lewat hutan jika warga setempat ingin menuju ke Poncol. ‘’Saat longsor terakhir itu saja butuh waktu delapan jam lebih untuk evakuasi, padahal warga sekitar butuh jual hasil pertanian mereka, ” katanya.

Selain kawasan itu sebenarnya perlu memasang EWS di kawasan Panekan dan Parang. Namun, perlu studi lebih lanjut untuk menilai seberapa layak area tersebut dipasangi EWS. Khususnya wilayah Kecamatan Panekan yang terdapat dua desa yang memiliki resiko longsor yang tinggi. Yakni Desa Ngiliran dan Bedagung. ‘’Namun, sebagian besar jauh dari pemukiman warga,’’katanya. (fiq/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar