Peristiwa

Kecamatan Gondang Masuk Daerah Rawan Bencana

Bojonegoro (beritajatim.com) – Kecamatan Gondang berada di sisir selatan Kabupaten Bojonegoro. Letaknya di perbukitan. Bukit-bukit yang menjulang kini terlihat banyak beralih menjadi lahan pertanian. Pohon-pohon jati yang masih tersisa rata-rata hanya berada di tepian jalan menuju ke Kabupaten Nganjuk.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro menetapkan bahwa Kecamatan Gondang merupakan salah satu daerah yang rawan bencana. Hal itu karena seringnya terjadi bencana tanah longsor maupun banjir bandang saat terjadi hujan.

“Gondang masuk daerah rawan bencana,” ujar Plt Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Nadif Ulfia, Selasa (5/3/2019).

Selain di Kecamatan Gondang, beberapa daerah yang perlu waspada terhadap bencana banjir bandang dan tanah longsor yakni di Kecamatan Sekar, Temayang, Bubulan, Ngambon, Dander, Tambakrejo, Malo, Kasiman, Kedewan, Ngambon, dan Ngraho.

Kasi Trantib Satpol PP Kecamatan Gondang, Eko Wage mengatakan, meski di Kecamatan Gondang sudah terbentuk Desa Tanggap Bencana, namun sejauh ini belum sepenuhnya berjalan. Di Kecamatan Gondang desa yang rawan bencana khususnya di Desa Gondang, Sambong, Senganten, Krondonan, dan Pragelan.

“Desa yang rawan bencana antara satu dengan yang lain ini memang jaraknya tidak terlalu jauh,” ujarnya.

Kepala Bakorwil Kabupaten Bojonegoro, Abimanyu mengatakan, daerah rawan bencana ini akan menjadi perhatian pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk menanggulangi bencana yang terjadi di Gondang. Salah satunya adalah pembangunan tanggul di Sungai Pacal yang jika meluap berdampak kepada masyarakat.

“Permintaan warga meminta pembangunan tanggul yang mengarah ke pemukiman sekitar 1.000 meter. Itu sudah ada usulan sejak 2015. Karena setiap tahun terjadi banjir,” ujarnya saat meninjau lokasi banjir bandang di Desa/Kecamatan Gondang, kemarin. [lus/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar