Peristiwa

Santri Tebuireng Jombang

Kebersamaan Dalam Kepulan Asap Sate

Jombang (beritajatim.com) – Senyum ratusan santri pondok pesantren Tebuireng Jombang langsung mengembang begitu panitia Idul Adha membagikan dua kantong plastik berisi daging. Mereka kemudian membawa daging tersebut ke halaman pesantren.

Daging itu kemudian dipotong-potong sesuai selera. Santri lainnya nampak sibuk menyiapkan alat pembakaran yang dibentuk memanjang. Di bawah tempat memanjang itu terdapat arang yang mulai dimakan api.

Asap mengepul, bau daging terbakar menyeruak. Para santri membolak-balik daging yang sudah ditusuk bambu hingga gosongnya merata. Ketika sudah matang, sate tersebut ditempatkan di wadah khusus. Selanjutnya, menyantap sate tersebut beramai-ramai. Di sela itu, tawa mereka berderai. Para santri menikmati kebersamaan dalam menyantap daging bakar tersebut.

Tradisi bakar berjamaah itu rutin dilakukan setiap tahun. Yakni, ketika Hari Raya Idul Adha tiba. Mereka memilih bertahan di pondok untuk menikmati momen tersebut. Melupakan sejenak aktifitas rutin sebagai santri.

Falit Firindu Seif, santri asal Jember mengatakan, dirinya sudah dua kali merasakan kebersamaan nyate bareng dengan teman-temannya di pesantren. Selain mempererat tali persaudaraan diantara para santri, nyate bareng dengan teman-teman satu kamarnya ini merupakan sesuatu yang menggembirakan, sebab hanya dirasakan satu satu tahun sekali.

“Rasanya seru, bisa makan bareng teman-teman, rasa solidaritasnya juga semakin bertambah”, ujar santri yang duduk di bangku kelas XI Madrasah Tsanawiyah ini, Minggu (11/8/2019).

Falit mengatakan, selain mendapatkan jatah daging sapi dari panitia kurban, santri juga mendapat tusuk sate, arang. Sedangkan bumbunya, para santri urunan setiap kamar. Keseruan membakar sate ini bahkan disaksikan oleh para orang tua dan keluarga santri yang sengaja datang mengunjungi buah hatinya.

Mereka jauh-jauh datang dari luar Kota dan sengaja memanfaatkan momen libur Hari Raya Kurban untuk melepas rasa kangen kepada anaknya yang tengah menempuh pendidikan di pesantren Tebuireng.

Panitia sekaligus pengurus pesantren Tebuireng, Lukman Hakim mengatakan, tahun ini pihaknya menyembelih 37 ekor sapi dan belasan kambing. Selain di pesantren induk, hewan kurban tersebut juga di sembelih di sejumlah anak pondok dan masjid sekitar pesantren setempat.

Daging kurban itu rencanaya dibagikan kepada delapa ribu warga di sekitar lingkungan pesantren selama dua hari. “Tahun ini sapi ada 37 ekor, kalau tahun lalu kami sembelih 30 ekor, jadi ini lebih banyak,” ungkap Lukman. [suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar