Peristiwa

Merasa Keberatan, Warga Pulopancikan Datangi Pengajian Kelompok Ini

Gresik (beritajatim.com) – Warga Desa Pulopancikan, Kecamatan Gresik mendatangi pengajian yang diduga dilakukan oleh kelompok syi’ah. Warga bergerombol di Jalan KH Zubair Gang 1/17 Gresik. Di dalam tempat tersebut ada sekitar 50 orang laki-laki, dan perempuan.

Salah satu tokoh agama masyarakat Desa Pulopancikan Habib Muhammad Assegaf (33) menuturkan, warga merasa keberatan dengan adanya kegiatan dari kelompok yang dianggap menyimpang dari ajaran Islam. “Kami keberatan di karenakan kelompok tersebut ada yang mengajak warga sekitar dengan memberikan uang agar ikut pengajian,” tuturnya, Sabtu (25/8/2019).

Ia menambahkan, dirinya bersama warga menentang keras adanya kegiatan kelompok tersebut. Sebab, aktifitas dari jamaah itu memang sempat dihentikan dalam kurun waktu beberapa waktu yang lalu. Bahkan sudah pernah menandatangani kesepakatan agar tidak melakukan segala aktivitas. “Intinya kami menolak keras keberadaan kelompok pengajian itu,” tambahnya.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu S.Bintoro menyatakan, memang benar anggota menerima informasi ada kelompok pengajian yang menyebabkan warga Desa Pulopancikan keberatan.

“Saya sudah mengirim sejumlah personil dengan dipimpin Wakapolres dan Kasat Sabhara untuk melaksanakan tugas preventif. Pasalnya, polisi sebagai penjaga keamanan sehingga tidak ada bentrok fisik antara kedua kelompok yang berujung pada kerugian jiwa maupun material. Alhamdulillah kedua kelompok bersikap kooperatif dan mau membubarkan diri,” tandasnya. [dny/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar