Peristiwa

Kebakaran Toko Tekstil Ponorogo, Tak Diasuransikan, Kerugian Capai Rp 1,5 M

Petugas mengambil barang-barang yang diduga pemicu kebakaran. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Petugas kepolisian dari Polsek Ponorogo kota melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Toko Tekstil di Jalan Sultan Agung Ponorogo yang terjadi kebakaran pada Sabtu (12/6) malam lalu. Petugas mengambil barang-barang yang dicurigai sebagai pemicu arus pendek atau korsleting listrik.

“Kebakaran diduga dari hubungan arus pendek atau korsleting listrik dari salah satu ruangan di lantai 2,” kata Kapolsek Ponorogo kota AKP Haryo Kusbintoro, Senin (14/6/2021).

Barang-barang yang diambil itu antara lain kabel, setrika dan kipas angin. Barang tersebut diambil dari lantai 2. Hal tersebut berdasarkan keterangan dari saksi korban dan saksi lainnya. Haryo berharap dengan pengambilan barang-barang itu, nantinya menjadi titik terang bagi proses penyelidikan.

“Semoga ini menjadi titik terang dalam proses penyelidikan,” katanya.

Meskipun begitu, Haryo belum mau menyimpulkan penyebab kebakaran dari hubungan arus pendek listrik, pihaknya masih terus melakukan lidik. Kalau sudah benar-benar ada penyebab pastinya, ia akan segera melaporkan. Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian sebesar Rp 1,5 miliar.

“Api dari mana, kami masil lidik. Korban mengalami kerugian Rp 1,5 miliar dan tidak diasuransikan,” pungkasnya. [end/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar